Ekonomi
Harga Tiket Garuda Indonesia Mengikuti Supply and Demand
Pasca Peak Season Natal dan Tahun Baru 2019, Garuda Indonesia Group telah menyesuaikan harga tiketnya sesuai supply & demand.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM - Pasca Peak Season Natal dan Tahun Baru 2019, Garuda Indonesia Group telah menyesuaikan harga tiketnya sesuai supply & demand.
Pada jam tertentu pada rute rute tertentu dengan demand yang sudah mulai normal, Garuda Indonesia Group sudah menerapkan subclass harga moderat atau lebih rendah sesuai suply dan demand.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan, mengatakan beberapa rute penerbangan yang sudah mulai menunjukkan demand normal tersebut antara lain rute-rute ke Denpasar, Yogyakarta, dan Surabaya.
Baca: Horee! Harga Tiket Pesawat Jakarta-Yogya Turun hingga 60 Persen
Baca: Mitsubishi Bukukan SPK 115.000 Unit Xpander di 2018
"Pada jam-jam tertentu telah memberlakukan harga moderat atau lebih rendah dengan potongan hingga lima puluh persen setelah sebelumnya dominan menawarkan harga batas atas," ujar Ikhsan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/1/2019).
Ikhsan menjelaskan, masyarakat dapat mengunjungi web resmi Garuda Indonesia Group atau web online travel agent (OTA) atau melalui travel agent untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan harga terbaik tersebut.
Menurut Ikhsan, harga tiket penerbangan pada jam tertentu pada rute-rute tersebut variatif dari harga terendah hingga tertinggi. Penerapan harga sesuai suply dan demand tersebut perlu dilakukan oleh maskapai untuk memaksimalkan tingkat isian pesawat dan memaksimalkan revenue ditengah cost penerbangan yang semakin meningkat. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/garuda-indonesia_20180618_145637.jpg)