Internasional

Prancis Akan Tarik Pasukan, Turki Siap Gelar Operasi Militer di Suriah

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengungkapkan rencana menarik pulang tentaranya dari Suriah.

Prancis Akan Tarik Pasukan, Turki Siap Gelar Operasi Militer di Suriah
AP
Tentara Turki 

TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengungkapkan rencana menarik pulang tentaranya dari Suriah.

Penarikan dilakukan secepatnya setelah solusi politik dicapai di Suriah. Ini pernyataan resmi pertama Prancis sesudah Presiden Trump memerintahkan penarikan kembali pasukan AS dari Suriah.

Pernyataan ini dilansir Sputniknews mengutip pernyataan Jean-Yves Le Drian di stasiun televise C-News, Kamis (10/1/2019).

Washington memutuskan menarik pasukan dari Suriah, namun berjanji penarikan itu tidak akan menghentikan perang melawan terosis di Timur Tengah.

Lebih lanjut Le Drian mengatakan, Rusia memiliki tanggungjawab besar terhadap solusi politik atas konflik di Suriah.

Baca: Boeing Catat Rekor Pengiriman 806 Pesawat Tahun Lalu

Baca: Matthijs de Ligt Ungkap Alasannya Tak Akan Tinggalkan Ajax di Bulan Januari

Le Drian menekankan, jalan keluarnya politik, bukan senjata, termasuk potensi penggunaan senjata kimia.

Prancis semula bersikap kukuh mempertahankan kehadiran pasukannya di Irak dan Suriah. Hal ini ditegaskan bulan lalu oleh Menteri Prancis untuk Masalah Eropa, Nathalie Loiseau.

Pada 23 Desember 2018, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, AS telah memulai penarikan pasukan dari Suriah secara bertahap.

Perkembangan lain yang cukup menarik, Turki mengancam akan segera melancarkan operasi militer besar di Suriah.

Operasi akan digelar tanpa menunggu penarikan pasukan AS dari negeri itu. Turki ingin memburu kelompok bersenjata YPG (Kurdi) yang dituding berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan yang terlarang di Turki.

Baca: Lions Club Aksi Sosial Berbagi dan Anak Asuh dan Tanam 3000 Pohon di Gunung Kidul

Baca: Polres Gunungkidul dan Kodim 0730 Gunungkidul Gelar Apel Persiapan Pengamanan Pemilu

Menlu Mevlut Cavusoglu, menyebutkan, ofensif Ankara melawan petempur Kurdi tidak tergantung penarikan pasukan AS dari Suriah.

Mereka akan segera mengirimkan pasukan tempurnya ke sisi barat Sungai Eufrat jika pasukan AS tetap bertahan atau belum juga ditarik dari kawasan itu.

Turki ingin membersihkan kawasan luas di sepanjang perbatasannya dengan Suriah dari kehadiran kelompok bersenjata Kurdi.

Di sisi lain, kelompok Kurdi sejak lama jadi sekutu penting koalisi internasional yang dipimpin AS, dan bahu membahu memerangi ISIS/Daesh.

Kabar sebelumnya, elite Kurdi melakukan perundingan intensif dengan Damaskus, guna menemukan solusi terbaik jika pasukan AS benar-benar angkat kaki dari Suriah.(Tribunjogja.com/ Sputniknews/xna) 
 

Penulis: xna
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved