Jejak Kasus Rizky Amelia, Rizky Amelia yang Ngaku jadi Korban Pelecehan Pejabat BPJS

Ia adalah sekretaris pribadi Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin, saat masih menjabat

Jejak Kasus Rizky Amelia, Rizky Amelia yang Ngaku jadi Korban Pelecehan Pejabat BPJS
TRIBUNNEWS.COM/ LENDY RAMADHAN -
Rizky Amelia, korban pelecehan anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan memberikan keterangan mengenai kasusnya di sebuah kantor partai politik, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). 

Rizky Amelia, Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seksual Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan

TRIBUNJOGJA.COM ----- Nama Rizky Amelia kini sedang menjadi sorotan.

Ia adalah sekretaris pribadi (personal assistant) Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin, saat masih menjabat.

Dapat diterima kerja di perusahaan besar sekelas BPJS Ketenagakerjaan adalah impian yang dicita-citakan Amel, sapaan akrab Rizky Amelia.

Namun, kebahagiaannya itu tak berlangsung lama karena ia justru diduga dilecehkan oleh atasannya sendiri, Syafri Adnan Baharuddin.

Amel telah melaporkan Syafri ke Bareskrim Polri atas dugaan pelecehan seksual.

Tak terima, Syafri pun balik melaporkan Amel dan Ade Armando atas tuduhan pencemaran nama baik.

Berikut perjalanan kasus Rizky Amelia yang diduga menjadi korban pelecehan Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin, seperti dikutip dari beberapa sumber:

1. Diterima Sebagai Pegawai Kontrak BPJS Ketenagakerjaan

Pada tahun 2016 lalu, Amel melihat iklan lowongan kerja sebagai sekretaris pemerintah di Kaskus.

Setelah mengirimkan surat lamaran, ia baru tahu jika lowongan yang tersedia adalah untuk mengisi posisi sekretaris Syafri yang kosong.

Ia diundang untuk wawancara pada 15 April 2016 dan di hari itulah ia bertemu pertama kali dengan Syafri.

Pertemuan pertama itu berlangsung biasa seperti layaknya wawancara kerja.

2. Dugaan Pelecehan Mulai Terjadi

Di masa-masa awal bekerja sebagai Tenaga Kontrak Asisten Ahli Dewas BPJS Ketenagakerjaan, hubungan Syafri dan Amel seperti layaknya atasan dan bawahannya.

Namun, keanehan mulai terjadi saat ia sudah bekerja 4 bulan.

Dalam wawancara dengan salah satu media online, Amel mengungkapkan bahwa atasannya mengaku sayang kepadanya.

Meskipun tidak nyaman dengan hal itu, tetapi Amel diam saja karena tak ingin kehilangan pekerjaan impiannya.

Selanjutnya selama menjadi sekretaris pribadi Syafri, Amel mengaku dirudapaksa hingga empat kali.

Itu terjadi dalam kurun waktu 2016 hingga 2018.

Ia tak segera melaporkan karena takut kehilangan pekerjaan.

Terlebih lagi, atasannya memiliki wewenang untuk memecatnya kapan saja.

Baca: Ular Piton Ukuran Jumbo Lilit Ibu dan Anak di Gunungkidul, Kedua Sempat Kewalahan Saat Adu Kuat

3. Sudah Melapor ke Anggota Depas yang Lain

Merasa muak dengan pelecehan yang menimpanya, akhirnya Amel memberanikan diri untuk melaporkan pelecehan seksual yang menimpanya ke anggota Depas BPJS Ketenagakerjaan
yang lain.

Namun saat itu, tidak ada tindakan tegas untuk Syarif.

4. Melapor ke Polisi

Amel sempat terpuruk dan ingin bunuh diri setelah diduga dilecehkan atasannya.

Namun akhirnya, ia bangkit dan melaporkan Syafri ke polisi.

Demi mengungkap kasus pelecehan yang menimpanya, Amel rela membuka jati dirinya.

5. Bantahan Syafri


AKTIVIS pembela korban kejahatan seksual, Ade Armando, mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk mendampingi RA dalam kasus dugaan pelecehan seksual di BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (2/1/2019).
AKTIVIS pembela korban kejahatan seksual, Ade Armando, mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk mendampingi RA dalam kasus dugaan pelecehan seksual di BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (2/1/2019). (Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Syafri Adnan Baharuddin membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap Rizky Amelia, mantan stafnya.

"Ibu saya ini kan perempuan, ibu kandung saya perempuan, adik kandung saya perempuan, istri saya perempuan, anak kandung saya perempuan. Apa ada terbersit di otak saya
untuk bermain-main dengan perempuan?" ujar Syafri, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019), seperti dikutip dari Tribunnews.

Syafri melalui kuasa hukumnya, Memed Adiwinata, juga membantah telah mengancam Rizky karena melaporkan kasus ini.

Mereka menganggap itu adalah kebohongan pihak Rizky Amelia.

Sebagai balasan, Syafri pun melaporkan Rizky Amelia dan Ade Armando ke polisi karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik dan fitnah. ( Say / Tribunjogja.com )

Penulis: say
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved