Sleman

Masalah Ekonomi dan Media Sosial Picu Tingginya Kasus Penceraian di Sleman, 2018 Ada 2200 Kasus

Media Sosial Picu Tingginya Angka Kasus Penceraian di Sleman, 2018 Ada 2200 Kasus

Masalah Ekonomi dan Media Sosial Picu Tingginya Kasus Penceraian di Sleman, 2018 Ada 2200 Kasus
net
ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Sepanjang 2018 silam, perceraian di Kabupaten Sleman tergolong tinggi. Hal tersebut diketahui dari data permohonan yang diterima oleh Pengadilan Agama Sleman.

Ketua Pengadilan Agama Sleman, Abdul Malik bahkan menyebut ada peningkatan dibanding tahun 2017.

"2018 kemarin kami menerima 2200 permohonan cerai, lebih tinggi dibanding 2017 yang mencapai 1998 permohonan," ungkap Abdul saat dihubungi via telepon, Rabu (09/01/2019).

Abdul bahkan menyebut perceraian menjadi kasus yang paling banyak diterima oleh pihaknya. Menurutnya, sebagian besar perceraian disebabkan oleh masalah ekonomi.

Baca: Oknum Satpol PP dan PNS Dibekuk karena Mencuri Mobil Wakil Bupati

Baca: Hotel Harus Kreatif Hadapi Masa Low Season

Beberapa kasus misalnya, juga dipengaruhi oleh dampak teknologi komunikasi, yaitu lewat media sosial.

"Biasanya karena ada orang ketiga," kata Abdul.

Abdul sendiri cukup menyayangkan bahwa angka perceraian justru meningkat. Padahal pihaknya sudah getol melakukan berbagai penyuluhan tentang pernikahan.

Selain itu, Abdul juga menyebut dari 332 pernikahan di 2018, ada 97 di antaranya mendapatkan dispensasi. Dispensasi diberikan lantaran 97 pasangan tersebut dinikahkan dalam kondisi di bawah umur.

"Rata-rata karena sudah terlanjur hamil duluan, sehingga perlu dinikahkan," ujar Abdul.

Baca: Lansia KMS di Kota Yogya Terima Bantuan Rp 110ribu per Bulan

Baca: Kulon Progo Tekan Angka Pengangguran

Menurut Abdul, kebanyakan dari mereka berasal dari pinggiran perkotaan, ditambah dengan pola pergaulan yang kurang baik.

"Kami juga meminta orangtua masing-masing pasangan untuk tetap membina anak-anak mereka meski sudah menikah," jelas Abdul.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved