Asprov PSSI DIY Berharap Tak Lagi Dibekukan

Pembekuan Asprov PSSI DIY tersebut merupakan buntut dari konflik internal yang dialami hingga adanya mosi tidak percaya

Asprov PSSI DIY Berharap Tak Lagi Dibekukan
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta berharap dapat kembali aktif sekira satu musim vakum setelah dibekukan oleh PSSI Pusat.

Seperti diketahui, pembekuan Asprov PSSI DIY tersebut merupakan buntut dari konflik internal yang dialami hingga adanya mosi tidak percaya anggotanya.

PembekuanAsprov PSSI DIY tersebut tertuang pada surat dengan nomor 2832/PGD/286/VI-2018, yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha, Selasa (26/6/2018) lalu.

"PSSI meminta kepada Asosiasi Provinsi PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menghentikan sementara seluruh program kegiatan, sampai dengan permasalahan dengan para anggota dapat terselesaikan dengan baik," tertulis pada poin kedua surat yang ditandatangani Ratu Tisha tersebut.

Sebelumnya sebanyak 11 dari 18 member atau pemilik suara Asprov PSSI DIY menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PSSI DIY Asprov PSSI DIY.

Mereka yang menamakan Forum Anggota Asprov PSSI DIY menilai, pengurus tidak menjalankan amanat kongres, yaitu melengkapi kepengurusan/komite untuk menjalankan program kerja.

"Program kegiatan sampai dengan permasalahan dengan para anggota dapat terselesaikan dengan baik," tulis surat PSSI tersebut pada poin kedua.

Ketua Asprov PSSI DIY, Bambang Kuncoro, berharap pada Kongres PSSI 2019 yang akan digelar di Bali, Minggu (20/1/2019) mendatang, Asprov PSSI DIY dapat kembali dicairkan dan dapat kembali menjalankan pembinaan sepakbola di wilayah DIY yang vakum satu musim.

"Kami berharap nantinya status kami bisa dicairkan. Sebab, adanya pembekuan status ini membuat kami tidak bisa berbuat banyak. Pembinaan usia dini dan kompetisi Liga 3 di bawah Asprov juga gagal dilaksanakan," ujar Bambang Kuncoro, Jumat (4/1/2019).

Selain mengusung misi agar organisasinya kembali dicairkan, Bambang Kuncoro berharap ada pemilihan dan pengisian terhadap posisi Exco PSSI.

Sebab, ditangkapnya sejumlah Exco PSSI yang diduga terkena skandal pengaturan skor oleh satgas mafia skor seharusnya bisa dimaksimalkan untuk melakukan perbaikan ke dalam.

"Mengenai siapa yang kami usung, sejauh ini kami belum ada gambaran. Yang jelas perlu perhatian khusus untuk siapa penggantinya nanti," kata pria yang akrab disapa Bakun tersebut. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved