Yogyakarta

Awal Tahun, Bulog Divre DIY Luncurkan KPSH Beras Medium

Kegiatan ini dilakukan akibat belum stabilnya harga beras di sejumlah pasar setelah momen hari raya natal dan tahun baru.

Awal Tahun, Bulog Divre DIY Luncurkan KPSH Beras Medium
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Kepala Bulog Divre DIY, Akhmad Kholisun (dua kanan) dan Anggota TPID DIY, Probo Sukesi (kanan) beserta tim satgas pangan berbincang usai pemaparan KPSH beras medium, di komplek pergudangan Bulog Purwomartani, Kalasan, Kamis (3/1/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Awal tahun 2019, Bulog Divre DIY meluncurkan Kegiatan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Sleman, Kamis (3/1/2019).

Hal ini dilakukan akibat belum stabilnya harga beras di sejumlah pasar setelah momen hari raya natal dan tahun baru.

Kepala Bulog Divre DIY, Akhmad Kholisun menerangkan, saat ini kenaikan harga beras kualitas medium di sejumlah pasar berada pada rentang Rp 500-1.000/Kg.

Terlebih, tambah dia, untuk mengantisipasi gejolak harga yang akan terjadi selama periode Januari-Februari mendatang akibat masa paceklik di sejumlah wilayah, KPSH perlu terus digencarkan lewat operasi pasar (OP) disejumlah tempat guna menekan kenaikan harga.

Baca: Rasakan Iga Sapi Jumbo Bumbu Khas Bali di The Captain Resto

"OP kita lakukan di pasar dan pemukiman yang berpotensi akan mengalami kenaikan harga pangan utamanya beras. KPSH ini akan dilakukan melalui satgas pangan, RPK, dan mitra kerja Bulog," kata dia pada Tribunjogja.com.

Akhmad melanjutkan, saat ini pihaknya memiliki stok beras untuk wilayah DIY sejumlah 11 ribu ton dan jika ditotal dengan wilayah Kedu dan Banyumas ada di angka 42 ribu ton.

Sementara, anggota TPID DIY, Probo Sukesi mengatakan, pada 2017 komoditas beras memang menjadi satu di antara komponen penyumbang inflasi terbesar di DIY.

Namun, sambung dia, dengan gencarnya OP yang dilaksanakan oleh Bulog, di 2018 komoditas tersebut sudah lumayan terkendali kondisi harganya, sehingga tidak lagi menjadi komponen utama penyumbang inflasi.

Baca: Bulog Divre: Stok Pangan Cukup Sampai April 2019

"Komoditas yang sangat dominan itu, daging ayam ras, cabai, telur, dan bawang merah," ujarnya.

Pencapaian inflasi DIY pada Desember 2018 lalu ada diangka 0,57 persen.

Kondisi tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 0,46 persen.

Probo juga tak menampik bahwa inflasi pangan di wilayah DIY tergolong cukup tinggi, hal itu dikarenakan kondisi setempat yang masuk dalam kategori kota wisata.

Selain menyediakan kebutuhan pangan kepada masyarakatnya, DIY juga membutuhkan ketersediaan pangan bagi para wisatawan yang berkunjung, sehingga memicu terjadinya inflasi. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved