Nasional

Cari Bukti Tambahan, KPK Geleda Dua Lokasi Terkait Suap Proyek Air Minum Kementrian PUPR

Cari Bukti Tambahan, KPK Geleda Dua Lokasi Terkait Suap Proyek Air Minum Kementrian PUPR

Cari Bukti Tambahan, KPK Geleda Dua Lokasi Terkait Suap Proyek Air Minum Kementrian PUPR
Reza Jurnaliston
Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat Ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (14/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terus mencari barang bukti kasus suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementrian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Untuk melengkapi bukti, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan dua lokasi, Senin (31/12/2018).

Dua lokasi yang digeledah meliputi kantor Satuan Kerja Pengembangan SPAM Strategis Ditjen Cipta Karya di kawasan Bendungan Hilir dan kantor PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) di kawasan Pulo Gadung.

Baca: Hadapi Debat Perdana Pilpres 2019, SBY Sudah Berikan Tips Untuk Pasangan Prabowo-Sandi

Baca: Waspada, Kertas Makan Berwarna Cokelat Ini Mengandung Bahan Berbahaya

"Dilakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, gedung Kasatker PSPAM Strategis di Bendungan Hiliar dan kantor PT WKE di Pulo Gadung," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin sore.

Hingga saat ini, kata dia, penggeledahan di dua lokasi tersebut masih berjalan.

"(Penggeledahan) masih berjalan. Nanti diinformasikan lagi apa yang disita," ujar dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Empat tersangka yang diduga memberi suap adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) bernama Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Baca: Angin Kencang dan Hujan Lebat Berpotensi Melanda Indonesia Mulai 1-6 Januari, Yogya Salah Satunya

Baca: Seorang Trasgender Ngamuk Di Toko Minta Dipanggil Bu Bukan Tuan

Sementara empat tersangka yang diduga penerima adalah Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis Lampung Anggiat Partunggul Nahat Simaremare; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Baca: Resep dan Bumbu Jagung Bakar Cocok untuk Acara Bakar-bakar Malam Tahun Baru 2019

Lelang diduga diatur sedemikian rupa agar dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP. PT WKE dan PT TSP diminta memberikan fee 10 persen dari nilai proyek.

Fee tersebut kemudian dibagi 7 persen untuk kepala Satker dan 3 persen untuk PPK.

Keempat tersangka terduga penerima diduga mendapatkan uang dengan kisaran jumlah bervariasi terkait kepengurusan proyek-proyek tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Dugaan Suap Proyek Air Minum, KPK Geledah Dua Lokasi", https://nasional.kompas.com/read/2018/12/31/18080101/kasus-dugaan-suap-proyek-air-minum-kpk-geledah-dua-lokasi.

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved