Kota Yogya

Gelar Seni dan Budaya Djayaningratan, Upaya Bangkitkan Kebudayaan Kampung Wisata Sosrodipuran

Gelar Seni dan Budaya Djayaningratan, Upaya Bangkitkan Kebudayaan Kampung Wisata Sosrodipuran

Gelar Seni dan Budaya Djayaningratan, Upaya Bangkitkan Kebudayaan Kampung Wisata Sosrodipuran
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Sejumlah karya seni yang dipamerkan dalam Gelar Seni dan Budaya Djayaningratan di Ndalem Djayaningratan, Sosrodipuran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kampung wisata. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kampung wisata dan budaya di wilayahnya, Kampung Wisata Sosrodipuran menggelar event bernama Gebyar Seni dan Budaya di Ndalem Djayaningratan, Sosrodipuran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

Sejatinya kegiatan ini telah dilaksanakan pada 22 Desember 2018 lalu namun panitia akhirnya memperpanjang kegiatan dan akan dibuka kembali pada 3 Januari 2019 mendatang.

Rully Permana penanggung jawab kegiatan menuturkan bahwa kegiatan ini ingin menjadikan masyarakat Sosrodipuran untuk mulai sadar akan pentingnya potensi wisata di wilayahnya, terutama lewat Seni dan budaya lokal hingga kuliner khas.

Kegiatan ini, kata Rully, merupakan titik awal dari kegiatan rutin yang akan diselenggarakan setiap tahun, yang akan dibagi baik skala lokal, skala nasional dan skala International.

Baca: Pentas Seni Budaya, Warnai Semarak Hari Jadi Desa Ringinharjo ke-72

Baca: Satpam Harus Mampu Mendeteksi Potensi Kerawanan

"Kita berharap Sosrodipuran Ndalem Djayaningratan sebagai destinasi wisata terbaik di Yogyakarta dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di kampung, mulai dari peninggalan sejarah putra Sultan Hamengkubuwono VII, kelompok-kelompok kesenian dan kerajinan, batik, lukis, seni pertunjukkan musik, tari dan teater serta seni yang berkembang saat ini," kata Rully saat temu media di Ndalem Djayaningratan, Minggu (30/12/2018).

Ia pun juga berharap agar pemerintah dapat mendorong upaya masyarakat tersebut untuk tetap menjaga warisan seni dan budaya yang ada di Sosrodipuran sehingga layak menjadi kampung wisata yang menarik dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat berkunjung di Yogyakarta.

Lokasinya yang berada di sebelah barat Malioboro menjadi strategis untuk menarik wisatawan.

"Tak hanya berjalan di Malioboro saja tapi wisawatan domestik atau mancanegara dapat berjalan atau bersepeda menyusuri kampung Sosrodipuran yang menyuguhkan sesuatu khas baik budaya, seni dan kuliner khas masyarakat Yogyakarta," lanjut Rully.

Baca: Rekayasa Lalu Lintas Malam Tahun Baru di Kota Yogyakarta, Malioboro Ditutup Total Pukul 19.00 WIB

Baca: Naikan Tarif Parkir Hingga Rp 25 Ribu/Mobil, Tiga Tukang Parkir di Yogyakarta Ditindak Petugas

Sejumlah karya seni yang dipamerkan dalam Gelar Seni dan Budaya Djayaningratan di Ndalem Djayaningratan, Sosrodipuran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kampung wisata.
Sejumlah karya seni yang dipamerkan dalam Gelar Seni dan Budaya Djayaningratan di Ndalem Djayaningratan, Sosrodipuran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kampung wisata. (Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho)

Tak hanya lewat gelaran seni dan budaya, upaya yang dilakukan masyarakat yang diselenggarakan oleh paguyuban kampung wisata Sosrodipuran dan didukung oleh Padepokan Songsong Budoyo dan IENA Indonesia ini juga mengadakan beberapa rangkaian, mulai dari Kirab Budaya, Sarasehan Budaya, Kethoprak hingga Pesta Rakyat.

Sementara itu, Jajang R Kawentar selaku Kurator Pameran Seni menuturkan ada sekira 32 seniman baik lokal Yogyakarta maupun luar daerah yang turut serta dalam acara pameran tersebut.

Baginya kegiatan seni yang dipadukan dengan bangunan bersejarah yakni Ndalem Djayaningratan menjadi salah satu perpaduan terbaik untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang budaya dan seni.

"Seniman yang berpartisipasi tentu sangat antusias mendapat kesempatan dalam kegiatan ini, harapannya masyarakat dapat mulai menyadari pentingnya menjaga budaya dan kesenian asli untuk menjadi daya tarik wisatawan dan mewujudkan Kampung Wisata," kata Jajang. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved