Bantul

Perajin Kayu Wonolelo Butuh Inovasi Produk Guna Tingkatkan Daya Saing

Puluhan perajin kayu di desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul meminta pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan inovasi produk.

Perajin Kayu Wonolelo Butuh Inovasi Produk Guna Tingkatkan Daya Saing
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Penyerahan alat pertukangan dari Dinas Perindustrian DIY kepada kelompok perajin tukang Fajar Mulia yang dihadiri anggota komisi B DPRD DIY, Aslam Ridlo, Jumat (28/12/2018) . 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Guna meningkatkan daya saing penjualan, puluhan perajin kayu di desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul meminta pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan inovasi produk.

Inovasi dari produk para pembuat mebel ini nantinya diharapkan dapat berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Kepala desa Wonolelo, Ahmad Furqon menjelaskan dari delapan pedukuhan di wilayahnya sedikitnya terdapat 50 perajin kayu.

Mereka didominasi oleh perajin dengan status Industri Kecil Menengah (IKM).

Seperti masalah klasik, kendala modal sering menjadi hambatan.

Selama ini, menurutnya IKM di Wonolelo memasarkan produknya dengan dititipkan kepada toko-toko.

Akan tetapi kendala muncul saat barang yang dititipkan tidak langsung dibayarkan.

Padahal perajin membutuhkan uang untuk digunakan sebagai modal membeli bahan baku dan perawatan alat.

"Setelah laku sama toko sering tidak langsung dibayar, perajin sulit mutar uang," kata Ahmad Furqon, saat menghadiri penyerahan bantuan alat produksi pertukangan di Ploso, Wonolelo, Jumat (28/12/2018).

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved