Jawa

Dua Hari Magelang Didera Hujan Deras, Sebabkan Longsor dan Pohon Tumbang di 14 Titik

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat 13 titik tanah longsor dan satu pohon tumbang tersebar di enam kecamatan.

Dua Hari Magelang Didera Hujan Deras, Sebabkan Longsor dan Pohon Tumbang di 14 Titik
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Penanganan Tanah longsor di Dusun Kemloko, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur bersama relawan Guruh,TNI,Warga, OPRB Borobudur, Rabu (26/12/2018). 

Lalu di, Dusun Jambean 02/01 Desa Sriwedari Kecamatan Salaman, longsor menutup jalan penghubung Desa Sriwedari dan Krasak.

Baca: Bupati Pastikan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Magelang Berjalan dengan Aman

Selanjutnya di Dusun Jambean RT04/01 Desa Sriwedari Kecamatan Salaman, longsor mengenai teras rumah warga.

Dusun Kebonagung, Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, longsor menutup akses Jalan Bandongan – Kaliangkrik, menutup saluran irigasi dan mengancam tiang listrik.

Dusun Kemloko 3, Desa Kenalan Kecamatan Borobudur, longsor menutup total akses jalan antar Desa Kenalan ke Desa Majaksingi.

Dusun Jambean 04/01 Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, longsor mengenai dinding rumah.

Dusun Gombong 01/04, Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur, longsor merusak dinding kamar rumah.

Dusun Gombong 02/04, Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur, longsor mengenai dinding warung dan di Dusun Dileman Desa Kalegen Kecamatan Bandongan yang menutup akses jalan desa.

Baca: Rencana Pembangunan Jalur KA Semarang - Yogyakarta, Bakal Dibangun Tahun 2023 via Magelang

Edy mengatakan, penanganan pun langsung dilaksanakan di seluruh lokasi pada Rabu (26/12/2018) ini, melibatkan petugas BPBD, SAR, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan, material rumah yang rusak.

"Kami mengoptimalkkan partisipasi masyarkat dalam penanganan bencana ini. Untuk jalan, kami mengerahkan alat yang ada dari Dinas Pekerjaan Umum, seperti di jalan akses Wonosobo menuju Salaman. Namun, jalan sudah dibersihkan dan dapat dilalui kembali," tuturnya.

Lanjut Edy, pihaknya pun menghimbau masyarakat pengguna jalan yang tengah bepergian di jalan jalur di wilayah perbukitan Menoreh dan Sumbing untuk tetap waspada.

Pasalnya, jalur tersebut merupakan jalan yang rawan longsor.

"Terutama di Menoreh dan sumbing itu merupakan jalan rawan longsor, di titik itulah longsor terjadi. Semua SKPD, semua standby dalam saat musim penghujan ini. Masyarakat kami minta tetap waspada. Waspadai daerah yang bertebing tinggi, waspadai kalau hujan rawan longsor," ujarnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved