Breaking News:

Natal 2018

11.232 Narapidana Dapat Revisi Natal, Negara Berhemat Rp 4,7 Miliar

11.232 Narapidana Dapat Revisi Natal, Negara Berhemat Sebesar Rp 4,7 Miliar

internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 11.232 narapidana di seluruh Indonesia mendapatkan remisi Natal tahun 2018 ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 narapidana akan langsung bebas pada Selasa (25/12/2018) besok.

Dengan remisi yang diberikan tersebut, Pemeritah, dalam hal ini Kementrian Hukum dan Ham bisa menghemat anggaran negara sebesar Rp 4 Miliar lebih.

"Tahun ini remisi khusus Natal menyumbang penghematan anggaran negara sebesar Rp 4.759.051.500," kata Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12/2018).

Selain menghemat anggaran, pemberian remisi ini juga diharapkan bisa mengurangi beban lapas yang banyak mengalami over kapasitas.

Baca: Dampak Tsunami Selat Sunda, Kunjungan Wisatawan ke Obyek Wisata Pantai di Gunungkidul Menurun

Baca: Libur Natal dan Tahun Baru, Malioboro Masih jadi Magnet Wisatawan

Pemberian remisi ini juga bertujuan memberikan harapan bagi warga binaan pemasyarakatan agar terus menerus berupaya memperbaiki diri.

Sebab, semakin cepat mereka mengubah perilakunya menjadi baik, maka dapat lebih cepat pula mereka berintegrasi kembali dengan masyarakat.

Hal ini diharapkan dapat memacu semangat warga binaan dalam mengikuti pembinaan di lapas/rutan.

"Hal ini sejalan dengan sudut pandang sistem pemasyarakatan yang melihat pemidanaan harus mengedepankan pada aspek pendekatan pembinaan, agar mereka dapat bertobat dan sadar atas kesalahan yang dilakukan," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Baca: Kiki The Potters Kabarkan Drummer Seventeen Ditemukan Meninggal, Istri Ifan Belum Diketahui

Baca: Kaleidoskop 2018: Penantian Panjang PSS Sleman Kembali ke Kasta Tertinggi

Utami menegaskan, pemberian remisi diberikan secara terbuka, transparan dan non diskriminatif.

Artinya tidak ada pengecualian, semua warga binaan berhak mendapatkan remisi, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP, serta Keputusan Presiden No. 174 /1999 tentang Remisi.

Tahun ini, tiga wilayah provinsi yang memberikan Remisi Khusus Natal terbanyak berasal dari Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara ( RK I : 2.276, RK 2 : 30), Kantor Wilayah Kemenkumham Nusa Tenggara Timur (RK I: 1871, RK II: 14), Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara (RK I : 907, RK II: 5 ). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beri Remisi Natal, Pemerintah Hemat Rp 4,7 Miliar", https://nasional.kompas.com/read/2018/12/24/18420371/beri-remisi-natal-pemerintah-hemat-rp-47-miliar.

Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved