Jajan Asal-asalan dan Malas Olahraga Jadi Faktor Anak Muda Bisa Terkena Diabetes

Secara nasional, DIY menempati urutan ketiga di dunia untuk penyakit kelebihan gula dalam darah ini.

Jajan Asal-asalan dan Malas Olahraga Jadi Faktor Anak Muda Bisa Terkena Diabetes
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
dr Hemi Sinorita SpPD KEMD, Internis-Endokrin RSUP Dr Sardjito (kanan) saat ditemui wartawan dalam acara Nutrisionist Gathering 2018 yang dilaksanakan di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, kerjasama Soyjoy dengan Persagi DIY, Sabtu (22/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DIY tampaknya perlu khawatir ketika menilik penyakit Diabetes Mellitus atau kencing manis.

Penyakit ini tampaknya banyak mengidap masyarakat di DIY.

Hal ini terbukti dari hasil Riset Kesehatan Dasar yang mana DIY selalu menempati urutan 10 besar dalam penyakit diabetes untuk skala nasional.

Bahkan secara nasional, DIY menempati urutan ketiga di dunia untuk penyakit kelebihan gula dalam darah ini.

Dalam acara Nutrisionist Gathering 2018 yang dilaksanakan di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Sabtu (22/12/2018), dr Hemi Sinorita SpPD KEMD, Internis-Endokrin RSUP Dr Sardjito menuturkan banyaknya masyarakat di DIY yang terkena penyakit Diabetes disebabkan karena pola hidup yang tidak baik.

Bahkan, kata Hemi, para pengidap Diabetes ini bukan lagi orang-orang tua, namun sudah menyebar hingga anak muda.

"Bahkan ada yang usia 18 tahun sudah kena Diabetes, usia mahasiswa pun banyak yang divonis mengalami sakit ini. Banyak yang mengira penyakit ini hanya sebagai penyakit keturunan," katanya kepada media, Sabtu (22/12/2018).

Lantas apa yang menyebabkan diabetes mellitus banyak mengidap masyarakat DIY?

Hemi menjelaskan, meskipun DIY banyak anak muda yang notabene merupakan mahasiswa, banyak diantaranya yang jarang melakukan aktivitas fisik.

Tak hanya itu, hal ini diperparah dengan pola hidup yang suka jajan sembarangan dan konsumsi junk food.

"Kebiasaan anak muda sekarang ini kalau selesai kuliah, ya nongkrong di kafe jajan ini itu lanjut pegang gadget atau ngerjain tugas, sampai rumah sudah capek akhirnya tidak pernah olahraga," katanya.

Apalagi, kata Hemi, makanan khas DIY itu juga dominan dengan rasa manis hal ini dapat memperparah diabetes jika masyarakat malas untuk menjaga pola makan dan olehraga secara teratur.

"Lihat saja, Gudeg manis, bakpia manis jajanan di Yogyakarta banyak yang manis, perlu diimbangi dengan olahraga," bebernya.

Bahkan Hemi sempat mengambil contoh, yakni dari satu porsi makanan cepat saji burger saja memiliki kalori sejumlah hampir 2400 kalori padahal kebutuhan kalori manusia per harinya hanya 2500 kalori.

"Itu baru dari satu burger saja, bayangkan kalau sehari dia makan burger lebih dari sekali, belum lagi cemilan lainnya otomatis kalori berlebih dan kita tidak pernah membakarnya (olahraga) ya sudah diabetes akhirnya," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved