Gunungkidul

Disdukcapil Gunungkidul Musnahkan Puluhan Ribu e-KTP

Pihaknya melakukan pengumpulan e-KTP yang berada pada tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten yang selama ini sudah tidak terpakai atau invalid.

TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
Wakil bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi (paling kanan) bersama jajarannya saat melakukan pemusnahan e-KTP, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tanggapi Surat Edaran (SE) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ditujukan kepada kepala daerah di seluruh Indonesia, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gunungkidul musnahkan puluhan ribu E-KTP, di halaman Pemda Kabupaten Gunungkidul, Jumat (21/12/2018).

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, dalam kesempatan kali ini Pemkab Gunungkidul memusnahkan sekitar 22.800 an e-KTP rusak dan invalid.

“Kita memenuhi surat edaran dari Kemendagri atas e-KTP yang tidak sesuai, rusak dan tidak diambil,” kata Immawan usai memimpin pemusnahan, Jumat sore.

Baca: Disdukcapil Kota Yogya Bakar 12.232 Keping KTP-el Invalid

Immawan menambahkan, pemusnahan dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan e-KTP.

Terlebih beredar isu mengenai perdagangan e-KTP yang seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

“Pemusnahan ini untuk antisipasi, jangan sampai e-KTP digunakan untuk kepentingan politik, tindakan kriminal atau jangan sampai e-KTP buat kawin lagi,” katanya diiringi tawa.

Immawan menyebut, e-KTP merupakan salah satu dokumen kependudukan yang sangat penting.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadarannya dalam mengurus administrasi kependudukan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul, Anik Indarwati mengatakan, e-KTP yang dimusnahkan dalam kesempatan kali ini merupakan e-KTP invalid produksi pada tahun 2011 hingga 2013.

Baca: Pemusnahan KTP di Kulon Progo, Keping Rusak Terbanyak Terbitan 2012

Pihaknya melakukan pengumpulan e-KTP yang berada pada tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten yang selama ini sudah tidak terpakai atau invalid.

“Ini (e-KTP) produksinya dari pusat, kita tinggal menerima. Yang kita musnahkan tentu saja yang sudah tidak terpakai karena adanya perubahan status dan lainnya,” jelas Anik.

Ia mengatakan, sesuai perintah, pemusnahan kedepan disarankan untuk dilakukan setiap hari.

Namun demikian, dengan alasan evisiensi, pihaknya akan melakukan jika jumlahnya sudah terkumpul banyak.

“Tidak efisien kalau dilakukan pemusnahan harian, sebab kita harus mengisi buku acara pemusnahan. Kemungkinan mingguan atau bulanan jika jumlahnya sudah banyak lalu kita musnahkan,” kata dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved