Soccer Style

Arief Toemin Tegaskan Sinyal Kebangkitan

Ia tidak memungkiri, walaupun cukup jarang mendapat kesempatan bermain, PSIM meninggalkan kesan begitu manis di benaknya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Arif Toeminz Yulianto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cedera memang menjadi momok tersendiri bagi para pesepakbola.

Hal tersebut, dirasakan pula oleh Arief Yulianto di kompetisi Liga 2 2018.

Terang saja, kendala itu membuatnya urung menampilkan performa terbaik bersama PSIM Yogyakarta musim ini.

Alhasil, jam terbang pria yang akrab disapa Toemin tersebut, menjadi sangat terbatas.

Padahal, melihat track record apiknya selama membela PSCS Cilacap, tentu banyak kalangan yang berharap padanya, untuk mengisi sektor sayap PSIM secara reguler.

Baca: Musim Tak Terlupakan untuk Gelandang PSIM, Yoga Pratama

Namun, kenyataan berkata lain, di saat kompetisi belum bergulir, nasib kurang baik menimpanya.

Dalam uji tanding terakhir jelang kickoff Liga 2 2018 melawan Persik Kendal, Toemin sempat terkapar, usai menerima terjangan kiper lawan, tepat di bagian perut. 

Dampaknya, talenta kelahiran 24 tahun silam tersebut harus menepi beberapa waktu, sekaligus melewatkan sejumlah pertandingan di awal musim.

Terang saja, Toemin pun mengaku bersedih, lantaran belum bisa bermain sesuai harapan publik Yogyakarta.

"Sedih juga, jam terbang yang saya dapat sangat kurang, lantaran sering cedera selama satu musim ini. Karena itu, saya kecewa, belum bisa memberikan performa dan kontribusi signifikan untuk PSIM," katanya.

Baca: Sambut Liga 2 2019, PSIM Bakal Persiapkan Skuat Lebih Dini

Mungkin, seandainya Toemin tidak dibekap cedera, tusukan-tusukan Laskar Mataram lewat flank bakal semakin mematikan.

Bagaimana tidak, selain Supriyadi 'Eeng' dan Hendrico yang seringkali mengisi starting eleven, masih ada juga nama Rifky Suryawan.

Akan tetapi, setelah menjalani musim yang kurang baik, ia pun menegaskan sinyal kebangkitan.

Tidak main-main tentunya, ia kini mulai menjalani latihan, sekaligus untuk memulihkan kondisi fisiknya.

 "Alhamdulillah, kondisi saya sekarang sudah pulih, sudah tidak ada cedera lagi. Karena kompetisi lagi libur, ya saya fokus latihan sendiri, untuk mengisi kekosongan," ucapnya.

Meski sudah lepas dari belitan cedera, pemain asal Cilacap tersebut belum mengetahui kelanjutan karirnya untuk musim depan.

Ia tidak memungkiri, walaupun cukup jarang mendapat kesempatan bermain, PSIM meninggalkan kesan begitu manis di benaknya.

"Selama satu musim ini di PSIM, saya merasakan suasana tim yang luar biasa. Mulai dari atmosfer kekeluargaan, serta dukungan dari suporter, membuatku benar-benar kagum," tuturnya.

Baca: Performa Impresif Eks Pemain PSIM Antarkan Janabadra ke Tangga Juara Liga 2 Askot PSSI Yogyakarta

Namun, pemain yang selama ini akrab dengan nomor punggung 79 tersebut mengaku belum tahu, apakah manajemen Laskar Mataram akan memperpanjang kontraknya, atau tidak.

Menurutnya, hingga kini, memang belum ada pembicaraan ke sana.

"Karena itu, saya belum bisa pastikan, musim depan akan main dimana. Kalaupun rezekinya masih di PSIM, ya saya siap bertahan. Tapi, kalau memang sudah tidak dipertahankan, ya mau bagaimana lagi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved