Penjelasan BPPTKG Terkait Guguran Lava Pijar di Puncak Merapi

Pada Rabu (19/12/2018) ini Gunung Merapi kembali mengalami guguran lava pijar akibat fase pertumbuhan kubah lava

Penjelasan BPPTKG Terkait Guguran Lava Pijar di Puncak Merapi
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH MERAPI - Kubah baru lava Gunung Merapi (2.930 mdpl) terlihat sangat jelas dari arah Kali Talang, Balerante, Kemalang, Klaten, Jumat (30/11/2018) pagi. Kubah baru lava itu terbentuk sejak 11 Agustus 2018 dan terus tumbuh dengan kecepatan rendah, rata-rata 2.400 meter kubik/hari. 

TRIBUNJOGJA.COM - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan bahwa guguran lava pijar Gunung Merapi terpantau terjadi antara belasan kali hingga puluhan kali per hari.

Pada Rabu (19/12/2018) ini Gunung Merapi kembali mengalami guguran lava pijar akibat fase pertumbuhan kubah lava, yang terekam CCTV pada pukul 12.30 WIB.

Rekaman CCTV pemantau Gunung Merapi pada Rabu (12/12/2018) siang
Rekaman CCTV pemantau Gunung Merapi pada Rabu (19/12/2018) siang (BPPTKG)

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, jika dilihat dari jumlah guguran lava pijar pada tahun ini lebih kecil dibanding pada 2006 lalu yang mencapai ratusan guguran lava pihar per hari.

Kemudian, pada tahun ini dari belasan hingga puluhan guguran lava tersebut hanya satu atau dua guguran lava yang mengarah ke Kali Gendol.

Baca: BREAKING NEWS : Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar, Durasi Peristiwa Lebih Lama

Baca: Guguran Lava Merapi Timbulkan Suara Gemludug dari Dusun Balerante

Menurut Hanik, guguran lava merupakan hal biasa namun masyarakat juga perlu waspada, sehingga status Gunung Merapi saat ini yakni Waspada atau Level II.

Petugas Pengamat Triyono, tengah mengamati kondisi kubah lava Gunung Merapi melalui layar CCTV, seismograf, di PGM Ngepos, Srumbung, Kabupaten Magelang, Senin 

(17/12/2018).
Petugas Pengamat Triyono, tengah mengamati kondisi kubah lava Gunung Merapi melalui layar CCTV, seismograf, di PGM Ngepos, Srumbung, Kabupaten Magelang, Senin (17/12/2018). (Tribunjogja.com | Rendika Ferri K)

Kemudian, jarak aman pemantauan aktivitas Gunung Merapi oleh masyarakat yakni 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Kami pun melihat visualnya (guguran lava). Untuk saat ini, itu termasuk fenomena biasa. Untuk melihat secara aman jarak atau radius tetaplah 3km," katanya. (*/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Terpantau hingga Puluhan Kali per Hari" 

Editor: ton
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved