Gunung Merapi

Guguran Lava Merapi Timbulkan Suara 'Gemludug' dari Dusun Balerante

Guguran dan luncuran lava pijar Gunung Merapi (2.930 mdpl) menimbulkan suara "gemludug" cukup keras

Guguran Lava Merapi Timbulkan Suara 'Gemludug' dari Dusun Balerante
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH MERAPI - Kubah baru lava Gunung Merapi (2.930 mdpl) terlihat sangat jelas dari arah Kali Talang, Balerante, Kemalang, Klaten, Jumat (30/11/2018) pagi. Kubah baru lava itu terbentuk sejak 11 Agustus 2018 dan terus tumbuh dengan kecepatan rendah, rata-rata 2.400 meter kubik/hari. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Guguran dan luncuran lava pijar Gunung Merapi (2.930 mdpl) menimbulkan suara "gemludug" cukup keras Rabu (19/12/2018) sekitar pukul 08.10 WIB.

Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar, Durasi Peristiwa Lebih Lama

Suara runtuhan material dari puncak gunung itu terdengar jelas saat Tribunjogja.com berada di puncak bukit Kali Talang, Dusun Balerante, Kemalang, Klaten. Namun warga dusun tetap beraktivitas seperti biasa...

Sejumlah penduduk beriring-iringan ke arah lereng lebih tinggi, guna mencari rumput atau pakan ternaknya. Ada yang jalan kaki, ada juga yang menggunakan sepeda motor.

"Tiga hari lalu juga kedengeran mas suara gludug-gludug. Tapi tanah nggak sampai getar di sini," kata Sunarti, warga Balerante ditemui saat hendak merumput ke bukit seberang Kali Talang.

Agus Saryatna di Posko 907 Balerante mengatakan, guguran lava pijar dimulai sebelum pukul 00.00. "Pukul sebelasan udah terlihat apinya di puncak," kata Agus.

Terjadi Guguran Lava Pijar dari Gunung Merapi, Aktifitas Warga di Daerah Rawan Bencana Masih Normal

Cuaca malam itu menurut Agus Saryatna sangat cerah hingga sebelum pukul 06.00 tadi kabut naik dan menyelimuti puncak gunung.

Beberapa kali kemudian terjadi guguran kecil-kecil, intervalnya tidak tetap. "Baru yang pukul empat itu cukup besar luncuran lava pijarnya," lanjutnya.

Sejak kemarin sore dan menjelang malam, warga Balerante umumnya berjaga-jaga. Sebagian berkumpul memantau di Posko 907 yang juga kediaman Agus Saryatna.

Puncak Merapi pada pukul 08.30 WIB sama sekali tidak teramati. Kabut sangat tebal menyelimuti lereng di atas bukit Kali Talang hingga puncaknya.

Sultan: Kalau Takut dengan Merapi Silakan Keluar dari Yogya

Diberitakan sebelumnya, guguran dan luncuran lava pijar terpantau terjadi pukul 04.08 WIB. Luncuran mengarah ke hulu Kali Gendol, dan terlihat jelas dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten.

Perkembangan menariknya, gejala luncuran lava pijar terjadi sejak sekitar pukul 00.00, dengan kemunculan titik api diam di puncak.

Gunung Merapi Kembali Gugurkan Lava, Bupati Sleman Imbau Warga Tetap Tenang

Info terjadinya luncuran lava pijar ini disampaikan Indriarto dari Pusdalops BPBD Klaten. Rekaman video CCTV di Posko 907 Balerante juga menunjukkan peristiwa subuh tadi.

Luncuran lava pijar pada bulan ini dimulai Minggu (16/12/2018) malam. Sebelumnya peristiwa yang sama terjadi 22 November 2018.

Dari rekaman CCTV saat itu, guguran lava berlangsung lumayan lama, memperlihatkan lelehan lava pijar menyusuri bukaan kawah ke lereng selatan.

Dilihat dari jalurnya, diduga masuk hulu Kali Gendol. Jarak kemungkinan di atas 300 meter, lebih jauh dari luncuran lava pijar pertama beberapa pada 22 November 2018.(Tribunjogja.com/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved