Sport

Dwi Cahyo Raih Gelar Juara Rama Billiard 9 Ball Handycap Tournament

Laga pamungkas antara dua pebiliar terbaik di turnamen yang dilangsungkan dengan sistem voor bola dan frame tersebut, menyajikan bentrok sengit.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
IST
Pebiliar asal Semarang, Dwi Cahyo, yang sukses meraih gelar juara Rama Billiard 9 Ball Handycap Tournament, di Rama Billiard, Yogyakarta, Minggu (16/12/2018) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - 9 Ball Handycap Tournament yang diselenggarakan Rama Billiard, Yogyakarta, Minggu (16/12/2018) malam lalu, akhirnya dimenangkan oleh pebiliar asal Semarang, Dwi Cahyo, setelah menundukkan Lana dari Paragon Billiard, di pertandingan final.

Dwi Cahyo dengan digdaya melaju ke partai puncak, setelah menyudahi perlawanan pebiliar tuan rumah Rama Billiard, Hasto, di babak semifinal, dengan skor tipis 5-4.

Sementara lawannya, Lana, menumbangkan Steven, asal Yogyakarta, dengan skor akhir serupa.

Praktis, laga pamungkas antara dua pebiliar terbaik di turnamen yang dilangsungkan dengan sistem voor bola dan frame tersebut, menyajikan bentrok sengit.

Mengawali pertandingan secara apik, Dwi Cahyo pun berhasil unggul 2-0 terlebih dahulu atas Lana.

Baca: Ratusan Pebiliar Ambil Bagian di Ajang Rama Biliard 10 Ball Open & 9 Ball Open 2018

Akan tetapi, Lana rupanya tidak menyerah begitu saja, sehingga saling kejar poin pun terjadi.

Setelah sempat berada dalam kedudukan 6-6, Dwi Cahyo akhirnya merampungkan kiprah Lana di game ke-13, sekaligus menutup pertandingan dengan keunggulan 7-6.

Dwi Cahyo pun berhak menyandang gelar juara, serta membawa pulang trofi dan uang pembinaan sebesar Rp9 juta.

Sedangkan Lana di peringkat ke dua, tetap berhak mengantongi hadiah serupa, namun dengan fresh money sebesar Rp5 juta.

Lalu, Rp2 juta untuk pebiliar di posisi tiga, yakni Steven dan Hasto.

Sementar itu, Direktur Turnamen, Basuki Adi Nugroho mengatakan, agenda kali ini diikuti oleh 160 pebiliar untuk babak penyisihan.

Para pebiliar itu, imbuhnya, berasal dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Solo, Tasik, Surabaya, Ngawi, Pekalongan, hingga Semarang.

Baca: Pelajar SMA Ini Dihukum Push Up Satpol PP setelah Ketahuan Main Biliar di Jam Sekolah

"Para peserta ini basiknya ada yang atlet daerah, kemudian ada juga yang berasal dari klub, atau venue biliar lain di Yogyakarta dan sekitarnya," katanya.

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan, dalam turnamen ini, penyelenggara memberi kesempatan di kelas junior dan pemula, untuk bertanding melawan kelas di atasnya (pratama handycap 5) dengan sistem voor bola dan frame.

Tambahnya, pertandingan digelar dengan double eliminasi di babak utama dan single eliminasi di 32 besar, sampai final.

"Harus diakui, turnamen ini berlangsung sangat ketat. Bahkan, sampai babak final masih begitu sengit. Meski pemula, dua pebiliar yang bermain di partai puncak mampu menunjukkan kualitas yang cukup apik," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved