Yogyakarta

Pemilu 2019 Akan Gunakan Kotak Suara Transparan

Kotak suara transparan yang sekali pakai ini terbuat dari karton yang kedap air dan pada bagian depannya terdapat plastik yang transparan.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Kotak suara transparan yang sekali pakai ini terbuat dari karton yang kedap air dan pada bagian depannya terdapat plastik yang transparan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sesuai dengan amanat Undang-undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 yang tertuang dalam pasal 341 ayat 1 menyebutkan perlengkapan kotak suara untuk pemungutan suara harus bersifat transparan.

Kotak suara transparan artinya isi kotak suara harus terlihat dari luar.

Amanat Undang-undang Pemilu ini mengharuskan KPU di tingkat kabupaten maupun kota untuk tidak lagi menggunakan kotak suara lama yakni kotak suara yang terbuat dari aluminium.

"UU mengamatkan untuk menggunakan kotak suara transparan. Kotak yang lama kan aluminium, tidak transparan. Karena amanat UU, KPU harus melakukan pengadaan itu," kata Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan pada Tribunjogja.com, Selasa (18/12/2018).

Lanjut Hamdan, kotak suara dari aluminium yang lama nantinya akan dilelang dan hasil pelelangan masuk kas negara.

Selain dilelang, Hamdan mengatakan, sebagian kotak suara yang lama juga akan dihibahkan kepada pemerintah daerah sebagai perlengkapan edukasi politik, seperti pemilihan kepala desa misalnya.

Sebab menurut Hamdan, kotak suara aluminium memiliki manfaat yang cukup banyak, seperti dapat digunakan pada saat pemilihan lurah, dukuh, RT maupun RW.

Baca: KPU Goes to UKDW, Sarana Edukasi Mahasiswa tentang Pemilu

"Karena manfaatnya cukup besar kita hibahkan ke pemda nanti pemda yang mengurus. Kotak transparan KPU RI itu sekali pakai, begitu selesai Pemilu ya sudah tidak dipakai kagi. Kalau aluminium sebagian disimpan pemerintah karena akses kemanfaatan bisa digunakan," lanjutnya.

Untuk kotak suara transparan, KPU DIY telah menerima kotak suara dari KPU RI pada november lalu.

Kotak suara tersebut kata Hamdan juga telah diserahkan kepada KPU kabupaten maupun kota.

Selain kotak suara, KPU kabupaten dan kota juga telah menerima logistik lainnya seperti bilik suara maupun tinta segel.

"Semua logistik sudah kami terima dari KPU RI, kecuali surat suara. Surat suara sekarang sedang dalam proses validasi. Sebelum di akhir Desember, oleh KPU RI surat suara akan dicetakkan," ujar Hamdan.

Baca: Sudah Diserahkan, APK yang Difasilitasi KPU Banyak yang Belum Dipasang Oleh Parpol Peserta Pemilu

Kotak suara transparan yang sekali pakai ini terbuat dari karton yang kedap air dan pada bagian depannya terdapat plastik yang transparan.

Untuk ukuran kotak suara 40×40×60 centimeter dengan minimal ketebalan karton 6 milimeter.

Hamdan menambahkan, keputusan politik di tingkat dewan dan pemerintah mengamanatkan kotak suara transparan dimaksudkan agar semua yang ada di dalam kotak nantinya terlihat oleh petugas yang berada di TPS.

"Maksudnya semua yang ada di dalam kotak terlihat dengan jelas apa saja isinya. Kalau transparan kan surat suara terlihat, formulir terlihat," terangnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved