Yogyakarta

Paparkan Hasil Kajian, HICON Prediksi Suara Golput Menguat di Pilpres 2019

HICON Law & Policy Strategic memaparkan hasil kajiannya terkait potensi suara golput (golongan putih) di Pilpres 2019.

Paparkan Hasil Kajian, HICON Prediksi Suara Golput Menguat di Pilpres 2019
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Pemaparan hasil kajian HICON terkait potensi golput di Pilpres 2019, Selasa (18/12/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - HICON Law & Policy Strategic memaparkan hasil kajiannya terkait potensi suara golput (golongan putih) di Pilpres 2019.

Lewat jumpa pers di Ling Lung Cafe, Direktur HICON Hifdzil Alim menyatakan, potensi golput diprediksi semakin menguat pada Pilpres mendatang.

"Kecenderungan ini muncul karena strategi kampanye yang dilakukan oleh kedua pasangan calon (paslon)," kata Hifdzil, Selasa (18/12/2018).

Baca: Pemilos SMKN 1 Pengasih Tanamkan Nilai Demokrasi dan Sikap Anti Golput

Kepala Departemen Hukum HICON Allan Wardhana menyebut ada dua penyebab utama mengapa potensi golput semakin kuat.

Kedua faktornya adalah praktek politik uang dan penggunaan isu SARA dalam kampanye kedua paslon.

Allan pun menyebut masyarakat jenuh akan upaya tim kampanye keduanya yang saling serang.

"Padahal keduanya memiliki visi-misi yang bagus," jelas Allan.

Baca: Hindari Golput, SMAN 8 Yogyakarta Laksanakan Pemilihan Ketua OSIS dan MPK Secara Online

Selain Hifdzil dan Allan, tampak hadir pula Kepala Departemen Politik HICON Puguh Windrawan.

Puguh memaparkan karakteristik strategi kampanye antara paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Tim kampanye Prabowo-Sandi cenderung menggunakan strategi agresif, sedangkan tim Jokowi-Ma'ruf lebih memilih strategi menunggu," ujar Puguh.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved