Yogyakarta

Siklon Tropis Kenanga, BMKG Yogya Imbau Masyarakat Pesisir dan Nelayan Waspada

Bibit siklon tersebut telah terdeteksi sejak minggu lalu, tepatnya pada Rabu (12/12/2018) dan terus berkembang hingga akhirnya menjadi siklon tropis

Siklon Tropis Kenanga, BMKG Yogya Imbau Masyarakat Pesisir dan Nelayan Waspada
Situs resmi BMKG via Kompas.com
Waspada siklon kenanga beberapa hari ke depan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah siklon tropis telah terbentuk di wilayah Samudera Hindia sebelah barat daya pulau Sumatera atau sekira 1.400 km dari Bengkulu pada Sabtu (15/12/2018) lalu.

Bibit siklon tersebut telah terdeteksi sejak minggu lalu, tepatnya pada Rabu (12/12/2018) dan terus berkembang hingga akhirnya menjadi siklon tropis yang kemudian diberi nama Kenanga.

Kepala kelompok data dan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menerangkan, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, siklon tropis tersebut akan cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

Baca: Yogyakarta Diprediksi Terdampak Siklon Tropis Kenanga Pekan Depan, Waspadai Hujan Lebat

"Kita prediksikan bergerak ke arah barat daya dan diprakirakan berada sekitar 2.754 km dari wilayah Indonesia dalam 72 jam kedepan," kata Djoko saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (17/12/2018).

Posisi siklon yang jauh dari wilayah Indonesia tersebut, kata dia, akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah pesisir barat pulau Sumatera dan peningkatan ketinggian gelombang 2,5 - 4,0 m di perairan Kep. Mentawai hingga Selat Sunda.

"Untuk wilayah DIY sendiri pengaruh terhadap cuaca dan iklim tidak berpengaruh besar, mengingat letaknya yang cukup jauh, meskipun demikian sebagian wilayah Jawa termasuk Yogyakarta akan berpotensi terjadinya peningkatan angin," jelasnya.

Baca: Beberapa Wilayah Ini Diharapkan Mewaspadai Siklon Tropis Kenanga

Hal itu, sambung Djoko, disebabkan oleh aliran massa udara dari selatan Indonesia bagian tengah yang masuk ke wilayah Jawa termasuk Yogyakarta, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan angin, termasuk gelombang laut di selatan Jawa yang mencapai 2.5 -3 m.

"Sehingga dalam 2-3 hari kedepan hal yang perlu diperhatikan adalah potensi terjadinya peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang disebabkan masuknya aliran angin dari selatan Indonesia," tambahnya.

"Untuk itu BMKG mengimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan juga para nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana seperti angin kencang dan tinggi gelombang dalam 2-3 hari ini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved