Kota Yogyakarta

Jaga Kuliner Harga Wajar Malioboro, UPT Bentuk Satgas

Ia menuturkan, bahwa seluruh PKL Kuliner wajib mencantumkan harga di sisi menu makanan yang ditampilkan dalam papan maupun spanduk.

Jaga Kuliner Harga Wajar Malioboro, UPT Bentuk Satgas
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Malioboro tak pernah sepi. Terlebih saat libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang dimulai pada akhir pekan ini.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menjelaskan bahwa untuk menjaga kenyamanan wisatawan selama berlibur di kawasan tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya.

Salah satunya adalah menjaga agar harga makanan yang dijajakan PKL kuliner di sepanjang kawasan Malioboro, sesuai dengan harga yang sesungguhnya alias tidak nuthuk karena memanfaatkan momen libur panjang tersebut.

Baca: Malioboro dan Balai Kota Yogya Dinilai Belum Aksesibel bagi Difabel

"Kami ada Satgas Harga yang nantinya akan menjaga maupun sering menyambangi pos kuliner. Dilakukan secara lebih intensif terhitung 22 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019," bebernya, Senin (17/12/2018).

Ia menuturkan, bahwa seluruh PKL Kuliner wajib mencantumkan harga di sisi menu makanan yang ditampilkan dalam papan maupun spanduk.

Hal tersebut untuk mempermudah wisatawan mengetahui harga sebelum mereka memesan makanan.

"Sebenarnya untuk harga ini tidak hanya saat libur Natal dan Tahun Baru saja dipasangnya. Tapi ditekankan kepada mereka agar selama liburan ini tetap memasang harga tersebut," ucapnya.

Selain terkait harga, dari sisi keamanan dan kebersihan pun, pihaknya akan menyiagakan dua kali lipat personil yang bertugas dibandingkan dengan hari biasanya.

Baca: Malioboro Diperkirakan Bakal Jadi Lokasi Terpadat di Yogyakarta saat Libur Natal dan Tahun Baru

"Kalau tahun lalu dibantu dengan Satpol PP, tahun ini kami maksimalkan dari Jogoboro," tandasnya.

Sementara itu, untuk menjaga kebersihan di kawasan Malioboro, ia telah menyiapkan kantong sampah tambahan yang siap dipasang di beberapa titik.

Kantong sampah tersebut merupakan tambahan dari tempat sampah yang sudah ada agar memudahkan wisatawan untuk membuang sampah dan menjaga Malioboro dari corengan sampah.

"Lalu nanti secara intensif, frekuensi pengambilan sampah akan dilakukan secara sering untuk menghindari penumpukan serta bau yang tidak sedap," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved