Yogyakarta

Rangkum Kegiatan Selama Tahun 2018, Jogja Kreatif#62 Rangkul Komunitas Yogyakarta

Jogja Kreatif kali ini ingin bernostalgia dengan cara menghadirkan pengisi acara yang sebelumnya bergabung dalam CFD.

Rangkum Kegiatan Selama Tahun 2018, Jogja Kreatif#62 Rangkul Komunitas Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Jogja Kreatif#62 Car Free Day (CFD) yang rutin digelar minggu ketiga dalam setiap bulannya, kembali hadir di penggal Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (16/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Jogja Kreatif#62 Car Free Day (CFD) yang rutin digelar minggu ketiga dalam setiap bulannya, kembali hadir di penggal Jalan Jenderal Sudirman pada Minggu (16/12/2018).

Tidak kalah menarik dengan CFD sebelumnya, kali ini even yang bertujuan untuk mendekatkan keluarga ini mengambil tema End Years Festival 2018, yang merupakan CFD terakhir di tahun 2018.

Muhammad Fauzi Fahmi Illayusin PIC Jogja Kreatif menerangkan jika dalam Jogja Kreatif kali ini ingin bernostalgia dengan cara menghadirkan pengisi acara yang sebelumnya bergabung dalam CFD.

Dia menerangkan, beberapa komunitas yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, Yogyakarta Food Truck, Barista and Koffie Lovers (BKVR), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, Komunitas Lima Berlian, Komunitas Forest, 350id Jogja, Capoeira Jogja dan Communitytea.

"Ini Jogja Kreatif terakhir di 2018. Kita ingin nostalgia 2018 ngapain aja dengan menghadirkan pengisi acara sebelumnya. Harapannya di tahun 2019 ingin membuat CFD lebih semarak lagi. Tujuan CFD ini kita ingin mendekatkan keluarga," terangnya pada Tribunjogja.com.

Dia berharap, nantinya di 2019, CFD bisa lebih meriah lagi dan bisa menghadirkan berbagai komunitas baik yang modern maupun yang komunitas yang bergerak dalam bidang kebudayaan.

Tinuk Suhartini Perintis Komunitas Perempuan Berkebaya menerangkan, jika dalam kegiatan kali ini pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk kembali menggenakan kebaya dalam keseharian.

Baca: Tampil Beda, CFD Sudirman Bawa Tema Coloring Jogja Kreatif

Dia menerangkan jika kebaya sebenarnya bisa digunakan dalam kegiatan apa saja, baik aktivitas sehari-hari, kerja maupun saat menghadiri pesta.

"Kebaya adalah busana nenek moyang, ciri Indonesia. Agar tidak di klaim oleh negara lain, marilah kita rawat dan kenakan dalam keseharian. Kebaya bisa digunakan untuk sehari-hari dengan pemilihan bahan yang sederhana. Sedangkan. Kalau digunakan dalam pesta, bisa dimodifikasi lebih gemerlap," terangnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga membagikan 100 turban kepada para pengunjung.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved