Gunungkidul

DLH Gunungkidul Himbau Desa untuk Buat Larangan Berburu Satwa

Pemerintah desa harus sadar dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

DLH Gunungkidul Himbau Desa untuk Buat Larangan Berburu Satwa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupoaten Gunungkidul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul imbau kepada desa untuk melestarikan lingkungan terutama dalam hal perburuan binantang liar.

Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul, Agus Priyanto menegaskan bahwa pemerintah desa harus sadar dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Pihaknya mengakui bahwa peraturan tertulis mengenai hal tersebut memang belum ada.

Namun ia menyarankan agar desa dapat menerbitkan ketertiban itu.

Pihaknya juga setuju aturan terkait dengan larangan penembakan satwa.

"Harapan kami desa lebih berani membuat larangan berburu tanpa harus ada perda terlebih dahulu, jika pelarangan penembakan satwa menjadi kearifan lokal masyarakat Gunungkidul akan lebih mengena," ucapnya pada Tribunjogja.com, Minggu (16/12/2018).

Menurutnya dengan adanya aturan tersebut nantinya berdampak baik bagi perkembangan keseimbangan ekosistem.

Baca: Meski Mengganggu, BKSDA Minta Masyarakat Tak Menembak Burung di Jalan Mayor Suryotomo

Dengan demikian masyarakat dapat menikmati flora fauna seperti aslinya.

Pihaknya mencontohkan pelarangna penembakan satwa seperti di lingkungan Bangsal Sewokoprojo serta taman Kota Wonosari, dengan adanya aturan tersebut populasi dinilia lebih terjaga masyarakat juga turut serta menjaga lingkungan.

"Contoh tersebut membuat warga yang awalnya mentaati aturan menjadi kesadaran, sejumlah desa juga telah proaktif dalam berkonsultasi terkait dengan kelestarian lingkungan walaupun masih berfokus pada penghijauan lingkungan," tuturnya.

Baca: Sampah Kotori Suaka Marga Satwa Sermo

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa (Semar) Gunungkidul, Bambang Setiawan mengatakan sejumlah desa telah ada komitmen untuk menjaga keseimbangan alam.

“Biasanya dalam tingkat kecamatan. Jadi memang sepakat, berapa desa begitu berkumpul dan sepakat untuk membentuk aturan yang melarang perburuan satwa. Akan lebih efektif, menurut saya jika difasilitasi oleh DLH dan Kecamatan jadi nanti bisa dilaksanakan disetiap desa dan diikuti ditingkat padukuhan,” ujarnya.

Dikatkannya selama ini peraturan yang sudah disepakati dan dijalankan yaitu untuk tidak menyetrum ikan disungai ataupun menggunakan racun, dan menurutnya itu awal yang baik untuk menjaga lingkungan ini.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved