Breaking News:

Bantul

Agrowisata di Bukit Dermo Masih Terkendala Air dan Kontur Tanah Bebatuan

Agrowisata di Bukit Dermo Masih Terkendala Air dan Kontur Tanah Bebatuan

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Gapura pintu depan Bukit Dermo di desa Nawungan, Imogiri, Bantul yang sedang disiapkan menjadi agrowisata. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemanfaatan lahan kritis menjadi kawasan agrowisata di kawasan bukit Dermo, Nawungan, Selopamioro, Imogiri Bantul dirasa masih cukup berat.

Pasalnya, di kawasan tersebut masih memiliki sejumlah kendala.

Kendala yang ada di antaranya sumber air dan kontur tanah bebatuan. Alhasil pohon-pohon buah yang mulai ditanam belum bisa tumbuh sesuai harapan.

"Kita memang masih punya kendala di air. Beberapa tanaman buah yang coba ditanam, belum bisa tumbuh," ujar Lurah Desa Selopamioro, Himawan, kepada tribunjogja.com, kemarin.

Menurut dia, kawasan bukit Dermo sebagai lokasi penataan Agrowisata tidak memiliki sumber air.

Baca: 35 Hektar Lahan Kritis di Bantul Disiapkan Jadi Agrowisata

Sehingga tanaman pertanian yang ditanam hanya mengandalkan siraman dari curah air hujan.

"Di bukit Dermo (Nawungan) itu susah air. Karena memang disekitar itu tidak ada sumber air. Makanya disitu jadi lahan kritis. Pertanian ya hanya mengandalkan air hujan," terang dia.

Selain tidak ada sumber air. Bukit Dermo juga memiliki kontur tanah bebatuan. Sehingga menurutnya akar pohon sedikit sulit menghujam ke dasar tanah. Tak ayal, kondisi ini akhirnya membuat sejumlah pohon buah yang telah ditanam mati.

"Kemarin sudah ada pohon yang ditanam. Tapi sebagian ada yang mati. Tapi kita coba tanam lagi," terang dia.

Adapun pohon buah yang ditanam antara lain Durian, Sirsak, Rambutan, Kelengkeng hingga Alpukat. Harapannya, lahan kritis itu nantinya bisa produktif dan menjadi agrowisata yang dapat menarik wisatawan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved