Breaking News:

Bantul

35 Hektar Lahan Kritis di Bantul Disiapkan Jadi Agrowisata

Lahan pertanian kritis seluas puluhan hektar di Kabupaten Bantul tengah dipersiapkan untuk bisa menjadi agrowisata.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Gapura pintu depan Bukit Dermo di Desa Nawungan, Imogiri, Bantul yang sedang disiapkan menjadi agrowisata. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lahan pertanian kritis seluas puluhan hektar di Kabupaten Bantul tengah dipersiapkan untuk bisa menjadi agrowisata hingga saat ini proses penataan masih terus dilakukan.

Agrowisata dengan pemanfaatan lahan kritis itu ada di Padukuhan Nawungan 1, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri.

Sesuai rencana, agrowisata yang ada di Bukit Dermo itu akan mengusung konsep potensi alam.

Berupa tanaman buah-buahan, pengolahan hasil pertanian dan atraksi budaya lokal.

"Harapannya kan lahan yang awalnya kritis bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Sehingga bisa menjadi tempat agrowisata. Mengangkat potensi alam. Rencananya, nanti [di agrowisata itu] ada tanaman buah, UMKM pengolahan hasil pertanian dan ada juga atraksi budaya," kata Lurah Desa Selopamioro, Himawan, ketika ditemui Tribunjogja.com, kemarin.

Lahan kritis di Padukuhan Nawungan yang disiapkan menjadi kawasan agrowisata, menurut Himawan memiliki luas 35 hektar.

Penggarapannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Bangda Kemendagri) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul dan Pemerintah Desa Selopamioro.

Tujuan penataan ini, tidak lain untuk memanfaatkan lahan yang awalnya kritis dan tidak produktif menjadi lahan pertanian modern.

Sehingga diharapkan akan ramai dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi ladang pendapatan bagi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved