Breaking News:

Sleman

Pesta Seks Dalam Kamar Hotel di Yogyakarta, Pelaku yang Ditonton Ramai-ramai Statusnya Suami Istri

Sebanyak 12 orang melakukan pesta seks di satu kamar hotel yang berada di Condongcatur, Depok Sleman pada 11 Desember 2018

TRIBUNjogja.com | Santo Ari
Petugas mengamankan barang bukti berupa ponsel milik anggota kelompok, pakaian dalam, alat kontrasepsi dan uang sejumlah Rp 1,5 juta, Kamis (14/12/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta - Kegiatan asusila dilakukan sekolompok orang di dalam kamar hotel di wilayah Sleman, Yogyakarta.

Sebanyak 12 orang melakukan pesta seks di satu kamar hotel yang berada di Condongcatur, Depok Sleman pada 11 Desember 2018

Mengetahui hal tersebut, Polda DI Yogyakarta melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) melakukan penggerebekan.

Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengungkapkan penggerebekan berawal dari informasi masyarakat diperkuat dengan penelusuran dari tim cyber patrol
Polda DIY.

Berdasarkan penelusuran di media sosial itu, tim melihat ada penawaran terkait pertunjukan pesta seks yang akan diselenggarakan di satu hotel.

"Dari medsos itu, mereka yang berminat kemudian gabung ke grup whatsapp untuk saling berkoordinasi. Setelah kita telusuri, ternyata benar pesta seks itu dilakukan di
sebuah hotel," terang Hadi Utomo, Kamis (13/12/2018).

Dalam penggerebekan itu, pihaknya menangkap total 12 orang baik pria maupun wanita dewasa.

Dalam kelompok itu, sepasang pria wanita berstatus suami istri melakukan persetubuhan.

dan 10 sisanya datang untuk menonton.

Terungkap mereka yang menonton justru juga ada yang berstatus pasangan suami istri dan ada juga yang sepasang kekasih.

Kelompok mesum itupun tak berkutik saat petugas melakukan penggerebekan.

Di lokasi itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa ponsel milik anggota kelompok,

Pakaian dalam, alat kontrasepsi dan uang sejumlah Rp 1,5 juta.

Selain pesta seks, di kamar itu juga dilakukan pesta miras karena petugas mengamankan beberapa botol miras beraneka merek.

"Di TKP ini sudah dilakukan empat kali pertunjukan," paparnya.

Saat ini ke-12 orang itu masih berstatus terperiksa.

Petugas tengah melakukan pendalaman untuk mencari tersangka dalam kasus ini.

 

Baca: Pesta Seks Dalam Kamar Hotel di Kawasan Yogyakarta, Ditonton Ramai-ramai, Ada yang Suami Istri

Baca: Fakta Pesta Seks Bertukar Pasangan di Surabaya, Eko Ajak Istri yang Sedang Hamil

Baca: Komunitas Pesta Seks Tukar Pasutri Terbongkar, Seperti Ini Modus Perekrutannya

Baca: Motor Plat Merah Turut Diamankan dari Lokasi Pesta Seks Gay di Kelapa Gading

Baca: Satu Mahasiswa 20 Tahun Ini Jadi Penari Telanjang di Pesta Seks Gay

Jika terbukti bersalah, maka pasal yang disangkakan yakni pasal 12 UU RI no 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang atau pasal 296 KUHP atau pasal 505 KUHP tentang
membiarkan atau memudahkan orang untuk melakukan perbuatan cabul dengan orang lain.

"Pasal yang disangkakan tentang perbuatan cabul. Kita akan dalami lagi pasalnya bisa juga tentang perdagangan orang. Karena dari kegiatan itu ada yang mendapat
keuntungan. Kami juga akan mengusut apakah pihak hotel juga ikut terlibat atau tidak," terangnya.  ( Tribunjogja.com | Santo Ari )

Pengerebekan Kasus Serupa

Kasus pesta seks di kamar hotel pernah terungkap beberapa bulan lalu.

Kepolisian Jawa Timur berhasil membongkar praktik pesta seks yang digelar di sebuah hotel di Surabaya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tiga pasangan suami istri di mana salah satunya merupakan perempuan hamil 8 bulan.

Adapun penggerebekan ini dilakukan di sebuah hotel di Jalan Diponegoro, Surabaya, pada Minggu (7/10/2018).

Saat digerebek, Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim menemukan 3 pasang suami isteri dalam keadaan telanjang bulat.

Komunitas Pesta Seks Tukar Pasutri Terbongkar, Seperti Ini Modus Perekrutannya

"Sepasang di atas tempat tidur, sepasang di lantai, dan sepasang lagi di kamar mandi," kata Wakil Direktur Resort Kriminal Umum Polda Jawa Timur, AKBP Yudha Nusa Putra, Selasa (9/10/2018).

Pesta seks dengan berganti pasangan itu adalah buntut penyelidikan polisi pada akun twitter @ekodok87 dan @pasutri94 milik salah satu pasangan.

"Akun ini kerap menawarkan layanan seks menyimpang dari swinger hingga threesome dengan membayar sejumlah uang kepada penyelenggara pesta," kata Yudha.

Seorang Bocah Ingusan Ikut Terciduk Saat Polisi Gerebek Pesta Seks Pasangan Sesama Jenis di Cipanas

Akun tersebut adalah milik Eko Hardianto (31), yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pesta tersebut, tersangka meminta uang Rp 750.000 kepada masing-masing pasangan.

Eko juga ikut terlibat dalam pesta seks tersebut.

Bahkan dia mengajak isterinya yang tengah hamil 8 bulan untuk ikut terlibat dalam pesta tersebut.

"Isteri tersangka tengah hamil 8 bulan anak kedua, juga dilibatkan dalam pesta seks," ucapnya.

Tersangka diancam pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP dalam hal ini mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan. (*)

Penulis: Santo Ari
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved