Pendidikan

Nitilaku UGM 2018 Bakal Blusukan Kampung

Kegiatan Nitilaku sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Dies Natalis UGM

Nitilaku UGM 2018 Bakal Blusukan Kampung
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Ganjar Pranowo saat mengungkapkan kegiatan Nitilaku pada Minggu (16/12/2018) mendatang, di Balairung pada Jumat (14/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Menyambut Dies Natalis UGM ke 69, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) akan kembali mengadakan kegiatan Nitilaku sebagai simbol rasa terimakasih alumni UGM kepada almamater dan Keraton Yogyakarta, pada Minggu (16/12/2018) mendatang.

Ganjar Pranowo, Ketua PP KAGAMA menerangkan jika UGM sendiri lahir dari kontribusi besar yang diberikan oleh Keraton Yogyakarta.

Selain itu, Nitilaku juga merupakan bukti kontribusi para alumni kepada almamater.

"Kita tidak mau seperti kacang lupa dengan kulit. UGM lahir atas kontribusi besar dari Keraton. UGM juga merupakan kampus kerakyatan yang sangat kuat. Nitilaku selalu mengingatkan kita bahwa kita pernah dididik di kampus perjuangan, kampus kerakyatan. Jangan sampai ketika kita lupa dengan itu," katanya pada Tribunjogja.com, Jumat (14/12/2018).

Ganjar mengungkapkan jika sebelumnya Nitilaku selaku melewati Jalan Malioboro, di tahun ini, Nitilaku akan melewati kampung-kampung sepanjang rute Keraton menuju kampus UGM.

"Dulu lewat Malioboro, sekarang menyusuri kampung. Hal tersebut simbol bahwa UGM selalu bersama rakyat. Nanti bukan hanya dari alumni, namun juga mahasiswa dan masyarakat umum yang akan ikut. Peserta nantinya akan mengenakan pakaian jaman dulu," katanya.

Baca: Kasus Dancing Fountain Terus Bergulir, Polisi Minta Bantuan Tenaga Ahli UGM untuk Pemeriksaan

Dia juga mengatakan nantinya akan ada dua Menteri yang juga alumni UGM yang datang dalam kegiatan ini.

"Jokowi tidak datang. Menteri yang akan ikut Pak Pratikno, Pak Budi Karya Sumadi tadi sudah datang tapi izin sebentar. Mungkin Pak Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Harapan kita selalu bersama rakyat dan juga akan tumbuh semangat perjuangan," terangnya.

Rektor UGM, Panut Mulyono menerangkan jika dulunya perkuliahan di UGM dilaksanakan di Pagelaran Keraton.

Kegiatan Nitilaku sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Dies Natalis UGM.

"UGM tidak pernah lupa jasa Keraton. Sampai saat ini jasa Keraton juga masih terasa. Nitilaku adalah satu dari beberapa program tidak hanya alumni yang ikut, namun masyarakat bisa bergabung. Ini seperti perpindahan UGM dari Keraton ke kampus," terangnya.

Baca: Direktur PUKAT UGM : Visi-Misi Kedua Kandidat Capres Belum Serius Berantas Korupsi di Indonesia

Nantinya dalam prosesi, tidak hanya akan ditampilkan berbagai atraksi budaya Jawa, namun juga Nusantara yang dihadirkan oleh pengurus KAGAMA yang ada di daerah.

Dia berharap, Nitilaku nantinya bisa dijadikan even tahunan yang juga akan berkontribusi dan menjadi wisata baru di DIY.

Ketua Panitia, Hendrie Adji menerangkan jika tahun ini para peserta yang sudah terdaftar secara resmi sejumlah 2500 orang, yang mana hal tersebut akan bertambah pada hari H.

"Keseluruhan tahun ini jauh lebih banyak. Nanti kami mencoba tidak terlalu banyak di jalan, namun di kampung dan kampus UGM. Nanti sesampainya di UGM langsung ke Grha Sabha Pramana. Kita isi dengan kesenian rakyat dan atmosfir kebangsaan," katanya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved