Breaking News:

Yogyakarta

BPAD DIY Kencangkan Akreditasi Sekolah

BPAD DIY melakukan Ekspose Pendampingan Perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas DIY tahun 2018.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY melakukan Ekspose Pendampingan Perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas DIY tahun 2018 di Ruang Pertemuan BPAD DIY pada Jumat (14/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk mendorong akreditasi perpustakaan sekolah setingkat SLTA di DIY, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY melakukan Ekspose Pendampingan Perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas DIY tahun 2018 di Ruang Pertemuan BPAD DIY pada Jumat (14/12/2018).

Kepala BPAD DIY, Monika Nur Lastiyani menerangkan, saat ini pihaknya tengah konsen mendorong sekolah-sekolah di DIY untuk mendapatkan akreditasi.

Dia menerangkan, dalam waktu 5 tahun ada 500 perpustakaan yang harus terakreditasi.

"Akreditasi sekolah adalah sekolah memenuhi standar nasional perpustakaan. Kita telah diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, sampai tahun 2022, 500 sekolah di DIY diminta untuk bisa terakreditasi. Berarti kalau ditotal dalam setahun paling tidak kita memiliki target 100 sekolah," terangnya pada Tribunjogja.com.

Monika menerangkan hal tersebut cukup berat, namun pihaknya optimis bisa mencapai target tersebut karena sampai dengan September 2018, sudah ada 96 sekolah yang telah terakreditasi.

"Dengan adanya ekspose, ini kami minta supaya mereka mempersiapkan diri. Bagi yang belum supaya bisa diakreditasi tahun yang akan datang. Kita memiliki waktu untuk berbenah beberapa tahun ini. Saat sekolah sudah terakreditasi, maka sudah sesuai dengan standar nasional, sudah ada pengakuan," terangnya.

Baca: BPAD DIY Harapkan Perpustakaan Desa Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat

Mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk bisa mencapai target tersebut, BKAD terus mengencangkan pembinaan dengan cara pustakawan bergerak ke sekolah-sekolah.

"Untuk metode kita kemas supaya lebih efektif. Karena pustakawan hanya 12 orang nyebar ke sekolah-sekolah. Tidak 100 sekolah setahun itu sangat berat. Sehingga metode akan dibicarakan lebih lanjut, yang jelas bahwa komitmen kami untuk akreditasi bisa berjalan," ungkapnya.

Mengenai tantangan yang dihadapi selama ini, yakni di bidang sarana prasarana, SDM, dan koleksi.

Menurutnya, tantangan terbesar yakni pada SDM, karena mayoritas sekolah-sekolah tidak mempunyai SDM pengelola perpustakaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved