Sejarah Jawa Kuna

Lingga Bertulis di Kuburan Blabak Magelang Ini Kuak Misteri Tanah Rakai Kayuwangi

Lingga Bertulis di Kuburan Blabak Magelang Ini Kuak Misteri Tanah Rakai Kayuwangi

Lingga Bertulis di Kuburan Blabak Magelang Ini Kuak Misteri Tanah Rakai Kayuwangi
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Batu berbentuk lingga semu (pseudolingga) di rumah Supriyono, warga Dusun Kauman, Ngrundul, Kebonarum, Klaten ini berasal dari tahun 769 Saka (847 Masehi) atau masa Mataram Kuno pemerintahan Sri Maharaja Rakai Pikatan Dyah Saladu. Isinya tentang penetapan sima oleh Samgat Andehan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Penelitian dan pengungkapan lingga bertulis serupa di Kebonarum, Klaten dilakukan pegiat komunitas dan epigraf Goenawan A Sambodo dari Temanggung.

Kajian itu menyangkut temuan empat lingga bertulis di wilayah Blabak, Magelang. Dua lingga bertulis ditemukan 2016 tertancap sebagai nisan di kuburan Dusun Srikawe, Desa Ambarbut Ketawang, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Dua lingga bertulis sebelumnya ditemukan terpisah di Desa Jetak II, Mungkid, berdekatan dengan bekas pabrik kertas Blabak. Batu bertulis ini sekarang disimpan di Museum Ronggowarsito, Semarang.

Prasasti lingga kedua ditemukan di Dusun Banar, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Batu bertulis ini sekarang disimpan sebagai koleksi Museum Karmawibhangga Borobudur.

Baca: Pekarangan Mbah Lurah Ngrundul Ini Penuh Artefak dari Masa Mataram Kuna

Sedangkan lingga bertulis ke-3 dan 4 ditemukan di pekuburan Dusun Srikawe. Hasil kajian dan penelitian Goenawan A Sambodo ini dipaparkan dalam seminar nasional epigrafi di UGM pada Maret 2018.Tribunjogja.com mendapat izin untuk mengutip hasil kajian ini.

Intisari hasil penelitian Goenawan Sambodo menunjukkan ke empat lingga bertulis itu memiliki hubungan langsung. Tiga lingga bertulis mencantumkan angka tahun 803 Saka, sedangkan satu lingga berangka tahun 802 Saka.

Keempat prasasti lingga semu itu dikeluarkan oleh tokoh yang sama, yaitu Samgat Pu Swan, yang di salah satu prasasti mencantumkan nama Sri Maharaja Rakai Kayuwangi.

Dilihat dari angka tahun, prasasti ini dibuat pada masa kekuasaan pengganti Rakai Pikatan (840- 855 M). Pada masa ini diperkirakan pusat kerajaan Mdang Mataram ada di sekitar wilayah Prambanan saat ini.

Lingga bertulis ke-4 yang ditemukan di pekuburan Dusun Srikuwe, agak panjang menguraikan pengumuman tentang pemberian tanah ladang dari raja ke tokoh bernama Samgat Swang. Ada tujuh baris tulisan di batu silinder setinggi 72 cm itu.

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved