Sport

KONI DIY Tekankan Pentingnya Regulasi AD/ART

KONI DIY terus berupaya memberi pemahaman kepada para anggotanya, terkait regulasi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

KONI DIY Tekankan Pentingnya Regulasi AD/ART
wikipedia.org
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - KONI DIY terus berupaya memberi pemahaman kepada para anggotanya, terkait regulasi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Salah satunya, melalui workshop manajemen organisasi dan keuangan, Kamis (13/12/2018).

Ketua II KONI DIY, Triyandi Mulkan mengatakan, dalam proses pembinaan, yang diharapkan berujung pada torehan prestasi, harus terlebih dahulu dilakukan pemantapan terhadap organisasi, atau induk cabang olahraga (cabor), yang menaungi para atlet. 

"Kalau administrasi organisasinya saja tidak ditata dengan baik, ya kita tidak bisa meraih prestasi tinggi. Itu tidak masuk akal kan," katanya.

Baca: KONI DIY Terapkan Database Digital untuk Porda DIY 2019

Ia tidak menampik, saat ini masih banyak organsisasi cabor yang terkesan mengesampingkan penerapan regulasi tersebut, lantaran dianggap kurang penting.

Padahal, lanjutnya, realisasi AD/ART dapat mengantar capaian prestasi di masing-masing bidang. 

"Misalnya, dalam musyawarah daerah (musda) suatu organisasi cabor. Sampai sekarang, masih terdapat rangkaian acaranya yang berbeda. Ini kan berarti pengurusnya belum paham aturan dan tata cara yang sesuai standar KONI DIY," ucapnya.

Di samping itu, masalah penggunaan anggaran juga tidak luput dari sorotannya.

Ia menuturkan, organisasi di bawah KONI DIY, masih sering menggunakan APBD untuk membiayai kegiatannya.

Sehingga, pengajuan dan penggunaannya harus sesuai aturan.

Baca: Terima Bantuan Senjata dari KONI, Perbakin Kota Yogyakarta Targetkan Juara Umum Porda 2019

"Bentuknya kan dana hibah, ya. Jadi, perlu dipahami prinsip penggunaannya, harus sesuai dengan yang mereka ajukan dalam proposal. Ini sangat penting, agar nantinya tidak terjadi pelanggaran," tuturnya.

Lebih lanjut, Triyandi pun memperhatikan persoalan belum adanya kartor yang representatif bagi dua KONI kabupaten di DIY, yakni Gunungkidul dan Kulonprogo.

Ia menilai, masalah ini, mengganggu kinerja organisasi dan induk olahraga tingkat daerah tersebut.

"Sudah ada, hanya belum representatif. Akibatnya, program tidak bisa berjalan maksimal. Harapannya, untuk menunjang pembinaan olahraga di daerah, KONI bisa memiliki kantor tersendiri, dan tentu yang representatif," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved