Yogyakarta

BKOW DIY Ingin Fokus Bangun Ketahanan Keluarga

BKOW sendiri merupakan gabungan 38 organisasi perempuan yang ada di provinsi DIY yang konsen terhadap kesejahteraan perempuan.

BKOW DIY Ingin Fokus Bangun Ketahanan Keluarga
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Pengukuhan Pengurus bagi Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DI Yogyakarta periode 2018-2023 sekaligus peringatan HUT BKOW DIY ke 35 dilakukan di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, pada Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengukuhan Pengurus bagi Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DI Yogyakarta periode 2018-2023 sekaligus peringatan HUT BKOW DIY ke 35 dilakukan di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, pada Kamis (13/12/2018).

BKOW sendiri merupakan gabungan 38 organisasi perempuan yang ada di provinsi DIY yang konsen terhadap kesejahteraan perempuan, membentuk perempuan yang mandiri, serta meningkatkan kesejahteraan.

Dyah Suminar, Ketua Umum BKOW periode 2018-2023 sekaligus periode sebelumnya mengatakan jika dalam kurun waktu lima tahun ke depan, pihaknya akan konsen terhadap ketahanan keluarga.

Baik dari pembangunan aspek ekonomi, psikologi, kesehatan, sosial, dan sebagainya.

"Selama ini kita membantu program pemerintah. Jadi kita selaraskan dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, sehingga program yang kita buat juga harus selaras agar bisa bersama-sama. Namun, disamping itu kita juga bermitra dengan organisasi lain yang memiliki program yang bisa disinergikan. Lima tahun kedepan kita fokus ke ketahanan keluarga," katanya.

Dia menerangkan, jika beberapa saat lalu pihaknya telah melakukan pelatihan kepada perempuan terdampak bandara di Kulonprogo.

Nantinya, pihaknya juga akan melakukan pelatihan kepada perempuan di Gunungkidul berkaitan dengan pemanfaatan peluang banyaknya wisatawan yang datang.

Baca: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Gunungkidul Masih Tinggi

"Di Kulonprogo kita latih membuat batik. Selain itu, juga bagaimana mempersiapkan masyarakat secara moral dan sosial apakah sudah siap mengahadapi bandara baru. Gunungkidul peluangnya bagus, kita latih masyarakat memanfaatkan itu. Bayangkan satu minggu ada 50 ribu pengunjung ke Gunungkidul," terangnya.

Sementara itu, Arida Utami, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY menerangkan jika saat ini banyak kasus di masyarakat terkait dengan KDRT, perceraian maupun pernikahan dini.

Menurutnya, jika ditarik ke belakang hal tersebut berkaitan erat dengan ketahanan keluarga.

Oleh karenanya, saat ini ketahanan keluargalah yang akan menjadi konsen Pemerintah.

Baca: Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan, Perlu Pendidikan Toleransi Kepada Anak Laki-laki Sejak Dini

"Kalau ditarik ke belakang disebabkan kurangnya ketahanan di dalam keluarga. Masih tinggi angka perceraian, di DIY. Kalau kita lihat dari 40 ribu pernikahan, ada 5 ribu kasus perceraian. Jangan sampai berkeluarga untuk bercerai, meskipun ekonomi kurang sebagai keluarga juga harus bersatu," katanya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antara suami, istri dan anak menjadi kunci utama suksesnya ketahanan keluarga.

"Quality time itu baik. Jadi jangan ada dalam satu ruang pada bermain hp sendiri-sendiri. Mengenai pemberdayaan perempuan, di DIY sudah cukup bagus, sudah banyak pengusaha, politisi, maupun perempuan yang ke ranah publik," terangnya pada Tribunjogja.com. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved