Israel Bersiap Hancurkan Terowongan Hezbollah di Perbatasan Lebanon-Israel

Terowongan itu diklaim Israel dibuat kelompok Hezbollah seusai perang 2006

latimes.com
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Militer Israel bersiap melancarkan operasi keamanan guna menghancurkan terowongan-terowongan di sepanjang tapal batas Lebanon-Israel.

Terowongan itu diklaim Israel dibuat kelompok Hezbollah seusai perang 2006, dan dimaksudkan sebagai jalur penyerangan ke wilayah Israel jika kembali pecah perang.

Iran Kerahkan Armada Kapal Perang, Siap Tutup Selat Hormuz

Operasi Perisai Utara digelar Israel Defence Forces (IDF), sebagai kampanye nasional PM Benyamin Netanyahu, menyusul gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza.

Netanyahu bertemu Menlu AS Mike Pompeo di Brussel, Belgia, Minggu lalu. Keduanya mendiskusikan usaha untuk menghentikan apa yang mereka sebut agresi Iran.

Intelijen Arab Saudi Beli Aplikasi Mata-mata dari Firma Teknologi Israel

Terutama di Irak, Suriah, dan Lebanon. Pertemuan melibatkan Direktur Mossad dan Kepala Dewan Keamanan Nasional AS.

Pihak militer Israel menjelaskan, usaha infiltrasi dari Lebanon itu sudah terdeteksi sejak 2006. Terowongan digali di sejumlah titik perbatasan.

Pemimpin Hezbollah Lebanon Hassan Nasrallah dalam sejumlah kesempatan mengatakan akan merebut Galilea di bagian utara Israel jika pecah perang lagi.

Ular Tiba-tiba Muncul di Tembok Ratapan Israel, Rabi : Ini Pertanda!

Para pemukim dan petani Israel telah diperingatkan untuk tidak mendekati wilayah perbatasan Israel-Lebanon yang sedang dilangsungkan operasi itu.

Israel mengantisipasi kemungkinan perlawanan dari Lebanon. Mereka mengingatkan, siapapun yang mengancam operasi pembersihan ini akan mendapatkan balasan setimpal.

Operasi ini mendapat sokongan penuh AS. Dukungan itu disampaikan Penasehat Keamanan Nasional John Bolton.

Menurut Bolton, Washington mendukung setiap usaha Israel mempertahankan kedaulatan wilayahya.

"Lebih jelas lagi, kami meminta Iran dan semua agen-agennya untuk menghentikan agresi dan provokasinya, yang bisa mengancam keamanan dan kedaulatan Israel," kata Bolton.(Tribunjogja.com/AMN/xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved