Iran Kerahkan Armada Kapal Perang, Siap Tutup Selat Hormuz

Angkatan Laut Iran mengirimkan sejumlah besar armada kapal perangnya ke Teluk Persia.

Iran Kerahkan Armada Kapal Perang, Siap Tutup Selat Hormuz
IST
Pasukan Iran berjaga di Lulakdan, perbatasan dengan Pakistan 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Angkatan Laut Iran mengirimkan sejumlah besar armada kapal perangnya ke Teluk Persia.

Manuaver baru ini merespon pernyataan Presiden Iran Hassan Rouhani yang mengancam akan memblokade Selat Hormuz yang sangat vital.

Menurut laporan Iranian Students News Agency (ISNA), seperti dikutip Al Masdar News, Rabu (5/12/2018) pagi ini, ada 58 kapal perang berbagi jenis yang digerakkan.

Armada itu bergerak sejak Selasa (4/12/2018) malam waktu setempat, menuju bagian utara perairan antara Samudera Hindia dan Teluk Aden.

Menurut komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Hossein Khanzadi, armada kapal perang itu akan memonitor situasi di wilayah itu dan menunggu perintah selanjutnya.

Presiden Hassan Rouhani mengancam akan menutup Selat Hormuz jika AS menjatuhkan sanksi embargo perdagangan minyak ke negaranya.

Selat Hormuz sangat vital karena juga menjadi rute utama pergerakan pasukan AS ke pangkalan- pangkalan mereka di jazirah Arab.

"Jika suatu saat AS memutuskan mengembargo perdagangan minyak kami, tidak akan ada minyak diekspor dari negeri kami," kata Rouhani.

Hal itu disampaikan Rouhani saat mengunjungi Provinsi Semnan, Selasa kemarin. Sebaliknya, Rouhani mengingatkan AS tidak akan bisa meneghalangi Iran menjual minyaknya ke pihak lain.

Hubungan Teheran dan Washington memburuk setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir lima negara beberapa waktu lalu.

Washington menuduh Iran melakukan politik agresif yang membahayakan stabilitas politik Timur Tengah.

Keputusan itu diikuti sanksi-sanksi ekonomi yang diarahkan ke sektor-sektor bisnis Iran, baik korporasi maupun perseorangan.

Iran termasuk salah satu produsesn dan eksportir minyak terbesar di dunia. Sejumlah negara industri besar menggantungkan minyaknya pada Iran.

Antara lain China dan Korea Selatan. Sanksi ekonomi Iran telah mempengaruhi banyak investor asing yang kemudian menarik rencana bisnisnya di Iran.(Tribunjogja.com/AMN/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved