Breaking News:

Kota Yogya

Tunagrahita Berdaya dengan Batik Eco Print, Bikin Batik Pewarna Dedaunan

Tunagrahita Berdaya dengan Batik Eco Print, Bikin Batik Pewarna Dedaunan yang Ramah Lingkungan.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Siswa SLB Pembina, Wahyuni didampingi dengan Guru Keterampilan, Sahidin saat mengerjakan batik eco print, dalam Pameran Gelar Seni Tunagrahita (Genta) 2018 di Taman Pintar, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM - Aktivitas baru warga SLB Pembina Yogyakarta adalah membuat batik eco print yakni batik yang menggunakan dedaunan untuk bentuk serta pewarnanya.

Selain jauh dari bahan kimia, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan konsentrasi serta motorik siswa yang mayoritas penyandang tunagrahita.

Wahyuni atau gadis yang biasa disapa Iyen tampak asik duduk bersila sembari memukulkan palu berkali-kali ke sebuah lempengan.

Baca: Menilik Asal-usul Gudeg, Kuliner Khas Yogyakarta nan Melegenda Sejak Zaman Mataram

Terdapat sehelai daun yang ia tempelkan di atas kaos berwarna putih. Lengkap dengan plastik tipis untuk mencegah agar warna alami daun tidak terserap ke palu.

Gadis pemalu tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tergolong baru baginya. Baru dua bulan ini ia belajar menekuni eco print.

Total ada dua kaos yang sudah ia kerjakan. Satu di antaranya  ia pakai saat meramaikan stand pameran di Gelar Seni Tunagrahita (Genta) di Taman Pintar, Selasa (4/12/2018).

"Nggak susah bikinnya," ucapnya singkat.

Baca: Makanan Pedas Sering Bikin ke Belakang Tak Nyaman, Begini Mengatasinya

Guru Keterampilan SLB Pembina, Novi Eka Purnamasari mengatakan bahwa batik eco print tersebut baru berusia dua bulam diterapkan di lingkungan sekolahnya.

Pada awalnya, penerapan eco print menggunakan sistem uap. Caranya dengan menempelkan daun ke kain dan diuap dengan teknik tertentu.

"Namun dengan teknik uap ini, tidak bisa melibatkan banyak anak untuk pengerjaannya. Lalu beralih pada teknik pukul, di mana sampai saat ini sudah ada 20 anak Autis dan Tunagrahita yang menekuninya," ujarnya.(tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved