Kesehatan

Risiko Kanker Meningkat pada Mereka yang Lakukan Pembesaran Payudara melalui Implan

Selain efek samping skar (luka parut) dan juga infeksi, ternyata pemasangan implan bisa meningkatkan risiko kanker yang langka.

Risiko Kanker Meningkat pada Mereka yang Lakukan Pembesaran Payudara melalui Implan
net
Ilustrasi 

Para dokter di FDA juga mencatat bahwa kejadian kanker ini lebih sering pada pasien implan payudara dengan permukaan bertekstur dibanding yang halus.

FDA juga tidak menemukan perbedaan risiko pada implan silikon atau saline.

Pada umumnya pasien didiagnosis kanker ini 7-8 tahun pasca-implan.

Kendati demikian, para ahli menyebut angka kejadiannya relatif rendah.

"Wanita yang mendapatkan implan payudara harus mewaspadai gejalanya, tetapi tidak perlu takut berlebihan," katanya.

Gejala yang harus diwaspadai antara lain bengkak yang menetap atau nyeri di sekitar daerah implan.

Dokter biasanya akan memeriksa ada tidaknya cairan yang berkumpul di sekitar implan.

Beberapa pasien juga mengatakan mereka merasakan benjolan di bawah kulit atau melihat parut di sekitar implan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembesaran Payudara dengan Implan Tingkatkan Risiko Kanker", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/12/04/070000220/pembesaran-payudara-dengan-implan-tingkatkan-risiko-kanker.
Penulis : Lusia Kus Anna
Editor : Lusia Kus Anna

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved