Kota Yogya

Picu Bencana Tanah Longsor, BPBD Kota Yogyakarta Minta Warga Tidak Tambang Pasir di Sungai

Picu Bencana Tanah Longsor, BPBD Kota Yogyakarta Minta Warga Tidak Tambang Pasir di Sungai

Picu Bencana Tanah Longsor, BPBD Kota Yogyakarta Minta Warga Tidak Tambang Pasir di Sungai
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
Warga memancing di aliran Kali Code, Bintaran, Yogyakarta, Senin (30/7/2018). Berkurangnya debit air di aliran Kali Code membuat banyak sampah yang menggenang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja,Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta minta warga tidak menambang pasir di sungai karena bisa menyebabkan bencana tanah longsor.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi mengatakan hingga saat ini masih ada warga yang menambang pasir di sungai.

"Sampai saat ini masih ada warga yang menambang pasir di sungai. Hampir seluruh sungai untuk menambang pasir. Ya memang bukan penambang yang besar. Biasanya memang cuma sedikit, tetapi kalau sedikit tetapi banyak yang melakukan penambangan kan tetap saja jadi banyak," katanya Selasa (4/12/2018).

Baca: Potensi Longsor di Sleman Tinggi

Ia mengungkapkan penambangan pasir yang dilakukan warga tersebut bisa menyebabkan struktur yang menempel di sungai berubah. Jika struktur berubah, dikhawatirkan akan terjadi longsor.

Hari melanjutkan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan terus mengimbau masyarakat untuk tidak menambang pasir di sungai. Meski demikian masih ada warga yang nekat melakukannya.

"Sudah lama sounding jangan menambang pasir, tetapi masih tetep jalan. Kalau ditambang, lalu terlalu dalam nanti kan talud bisa nggandul (berrongga). kan itu bisa longsor. Untuk saat ini hampir semua talud jadi daerah rawan longsor, karena ya penambangan yang marak," lanjutnya.

"Makanya kami minta bantuan forum-forum sungai untuk mengingatkan warga yang masih menambang. Mereka kan yang selama ini hidup dan berdekatan dengan sungai," tambahnya. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved