Menilik Asal-usul Gudeg, Kuliner Khas Yogyakarta nan Melegenda Sejak Zaman Mataram

Masih banyak di antara masyarakat yang tidak mengetahui sejarah keberadaan Gudeg.

Menilik Asal-usul Gudeg, Kuliner Khas Yogyakarta nan Melegenda Sejak Zaman Mataram
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Gudeg Yu Djum 

Seporsi Nasi <a href='https://jogja.tribunnews.com/tag/gudeg' title='Gudeg'>Gudeg</a>

"Saking istimewanya, karena proses memasaknya yang lama dan pada waktu itu belum banyak yang berjualan, gudeg sering dijadikan makanan nazar, atau wujud rasa sukur. Seperti jika anak sedang sakit, akan diajak makan gudeg jika nanti telah sembuh," cerita Murdijati Gardjito.

Kemudian pada tahun 1940-an bersamaan dengan ide Presiden Soekarno membangun universitas di Yogyakarta (UGM), gudeg mulai berkembang dan banyak dikenal masyarakat. Dari sinilah gudeg kering juga mulai hadir.

Keinginan para mahasiswa luar daerah yang ingin menjadikan gudeg sebagai oleh-oleh menghadirkan gudeg kering yang dimasak di dalam kendil agar lebih tahan lama.

Baca: Daftar 10 Warung Mie Ayam Murah dan Enak di Yogyakarta

Baca: 5 Tempat Wisata Belanja Batik Murah di Indonesia, Pasar Beringharjo Yogyakarta Salah Satunya

Baca: 7 Kawasan Kos-kosan Populer di Yogyakarta dan Kisaran Harganya

Pembangunan kampus UGM di daerah Bulaksumur, juga memunculkan kampung sentra gudeg Mbarek yang berdekatan.

"Karena banyaknya mahasiswa UGM dan mereka perlu makan, maka hadir kampung Mbarek yang di sana banyak penjual gudeg. Keberadaan kampung ini semakin membuat gudeg kering berkembang dengan baik," ungkap Murdijati Gardjito.

Gudeg Santika
Gudeg Santika (Tribun Jogja/ Hamim Thohari)

Seiring dengan berjalannya waktu, sektor wisata juga semakin berkembang. Hal ini melatarbelakangi pemerintah untuk mengkontruksi sentra gudeg baru, yang berada di Wijilan sekitar tahun 1970-an.

Hingga saat ini gudeg telah menjadi ikon kuliner Yogyakarta, keberadaanya mudah ditemukan di setiap sudut kota Pelajar ini. Gudeg pun telah berkembang dengan baragam varian.

Jenis Gudeg

Secara umum gudeg terbagi dalam dua jenis, yakni gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah adalah gudeg yang proses pengolahannya hanya sampai perebusan sehingga masih berair.

Halaman
1234
Penulis: mim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved