Yogyakarta

Jelajah Sepeda Wisata Sejarah Satukan 50 Paguyuban Sepeda Onthel

Selain menyatukan persaudaraan antar pesepeda onthel, kegiatan ini bertujuan mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia melalui museum yang dilewati

Jelajah Sepeda Wisata Sejarah Satukan 50 Paguyuban Sepeda Onthel
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Sebanyak 50 Paguyuban Onthel di DIY maupun di luar DIY mengikuti Jalajah Sepeda Wisata Sejarah pada Minggu (2/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Lebih dari 500 pesepeda onthel, 50 paguyuban baik dari DI Yogyakarta maupun luar DI Yogyakarta mengikuti Jelajah Sepeda Wisata Sejarah, Cinta Sejarah dengan bersepeda dengan start Pelataran Museum Benteng Vredeburg pada Minggu (2/12/2018).

Tujuan diadakannya kegiatan ini selain menyatukan persaudaraan antar pesepeda onthel, juga mengenal mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia melalui museum-museum yang menjadi rute perjalanan.

Muntowil, Ketua Panitia, yang sekaligus tergabung dalam Paguyuban Podjok (Paguyuban Ontel Jogjakarta) menerangkan jika kegiatan ini sengaja dilakukan untuk lebih mengenal mengenai museum-museum yang ada di DIY.

Menurutnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui museum-museum yang ada di DIY, padahal jumlahnya sangat banyak

"Mungkin orang tahunya museum Vredeburg, padahal banyak sekali museum yang ada di DIY. Baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat itu sendiri," katanya pada Tribunjogja.com.

Mengenai peserta yang hadir, dia menjelaskan ada dari beberapa daerah seperti Klaten, Magelang, Solo, Cilacap, Kebumen, Jakarta maupun dari komunitas yang ada di DIY.

Untuk rute sendiri yakni start berada di Museum Benteng Vredeburg, menuju titik nol kilometer, dilanjut ke Museum Taman Siswo, Museum Perjuangan, Plengkung Gading, Tamansari, Tugu Jogja, Malioboro, dan kembali ke Museum Benteng Vredeburg.

Baca: Kisah Khudori yang Akhirnya Harus Gagal ke Tanah Suci Menggunakan Sepeda Onthel

"Harapannya dengan kegiatan ini, masyarakat bisa lebih mengenal mengenai sejarah. Lewat ini bisa belajar mengenai sejarah lagi. Selain membiasakan hidup sehat dengan bersepeda," katanya

Umi Saroh (40), peserta asal Cilacap yang datang bersama rombongan paguyuban, anak serta suaminya mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini.

Dia mengaku setiap Minggu memang sudah terbiasa menjelajah menggunakan sepeda bersama paguyuban Oke (Onthelis Kesugihan).

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved