10 Virus yang Disebut-sebut Paling Mematikan di Dunia

Ada banyak virus di dunia ini. Dari yang biasa sampai yang mematikan. Virus apa saja yang paling mematikan itu?

10 Virus yang Disebut-sebut Paling Mematikan di Dunia
BBC
ILUSTRASI 

Virus ini ditularkan oleh hewan pengerat. Paling sering terjadi di beberapa wilayah benua Afrika seperti Afrika Barat.

Beberapa spesies hewan pengerat adalah tikus, tupai, marmot, hamster, dan babi.

Para ilmuan berasumi 15 persen dari hewan pengerat di Afrika Barat membawa virus ini.

4. Virus Flu Burung

ilustrasi
ilustrasi (LAtimes.com)

Nama virus H5N1 ini booming pada awal tahun 2000-an.

Dilaporkan sekitar 70% kematian disebabkan dari virus yang berawal dari unggas ini.

Setiap orang bisa terinfeksi jika melakukan kontak langsung dengan unggas dan sebagian besar kasus muncul di Asia.

Di Indonesia sendiri, virus paling banyak berasal dari ayam.

3. Virus Hanta

Nama virus ini jarang terdengar, tapi virus ini menempati posisi tiga sebagai virus paling mematikan di dunia.

Tentara Amerika Serikat diperkirakan menjadi orang pertama yang terinfeksi.

Ia terinfeksi selama perang di Korea pada tahun 1950. Virus ini terdapat pada hewan-hewan pengerat dan kotorannya.

Gejalanya seperti penyakit paru-paru, demam, dan gagal ginjal.

2. Virus Ebola

Virus Ebola menempati posisi kedua sebagai virus paling mematikan di dunia.

Sudah lima negara yang sudah masuk sebagai negara wabah yaitu Zaire, Sudan, Tai Forest, Bundibugyo, dan Reston.

Angka kematian virus ini mencapai 90%.

Sampai saat ini beberapa negara di Afrika seperti Guinea, Sierra Leone, dan Liberia masih mengalami ketegangan karena ada potensi masuk kategori negara wabah dan dilarang masuk oleh beberapa WHO.

1. Virus Marburg

Dan virus paling berbahaya dan mematikan di dunia adalah virus Marburg.

Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di kota Marburg dan Frankfrut.

Para pekerja industri adalah yang paling banyak terkena virus ini. Ada sekitar 31 orang dan tujuh orang di antaranya meninggal dunia.

Virus ini mirip virus deman berdarah, tapi gejalanya mirip virus Ebola.

Penderita yang terinfeksi akan mengalami kejang-kejang dan pendarahan di selaput lendir, kulit, dan organ. Tingkat kematiannya mencapai 90%.

(intisari/Moh Habib Asyhad)

Editor: ton
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved