Eko Suwanto Berharap Ormas Ikut Lakukan Pendidikan Pemilih Hadapi Pemilu 2019

Selama masa kampanye, suasana damai dibutuhkan agar rakyat bisa memilih calon pemimpin dan wakil rakyat yang sesuai dengan aspirasi pemilih.

Eko Suwanto Berharap Ormas Ikut Lakukan Pendidikan Pemilih Hadapi Pemilu 2019
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dalam dialog dengan ormas dan tokoh masyarakat 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menegaskan dengan KPU menjamin hak konstitusi warga negara melalui penyusunan DPT yang bagus, Pemilu 2019 berjalan baik.

Selama masa kampanye, suasana damai dibutuhkan agar rakyat bisa memilih calon pemimpin dan wakil rakyat yang sesuai dengan aspirasi pemilih.

"Jangan sampai ada pemilih fiktif seperti tahun 2009, cukup banyak jumlahnya. Hak pilih rakyat wajib dipastikan bisa memilih di TPS,"  kata Eko Suwanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini.

Berbicara di hadapan perwakilan ormas di Yogyakarta dalam acara sosialisasi kepemiluan yang diselenggarakan oleh Kesbangpol DIY, politisi muda PDI Perjuangan ini berharap kepada tokoh masyarakat untuk turut aktif juga memberikan pendidikan pemilih hadapi Pemilu 2019.

Di dalam dialog, mengemuka sejumlah masalah berkait dengan DPT dan potensi konflik yang perlu jadi perhatian bersama.

Para tokoh diharapakan jadi juru damai, juru penengah dan membawa suasana rukun dan bergembira dalam memilih.

Peran aktif warga untuk mengecek dan melihat apakah sudah terdaftar atau belum penting agar segera masuk DPT.

"Selama masa kampanye, ada potensi konflik. Mari dari mulai silaturahmi di Kesbangpol DIY kita wujudkan Jogja yang aman wujudkan pemilu yang bermartabat dan berbudaya," kata Eko Suwanto yang maju kembali sebagai caleg DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta.

Agung Supriyono, Kepala Kesbangpol DIY mengatakan masyarakat sebagai pelaku pengguna hak pilih, memang perlu aktif mengawasi proses Pemilu 2019.

Ada lima surat suara yang akan dicoblos dalam pemilihan umum pada 17 April 2019.

Warga diminta untuk memperhatikan bahwa untuk caleg DPR dan DPRD hanya gambar partai dan nomor urut saja sementara untuk capres-cawapres serta DPD dengan gambar. Guna menentukan pilihan, rakyat perlu tahu profil sosok yang dipilih dengan baik.

"Kita yakin Yogyakarta mampu mewujudkan pemilu damai, semua berjalan baik dan ada kedewasaan politik baik peserta pemilu yaitu parpol, caleg, capres-cawapres dan rakyat selama kampanye mari diisi dengan komunikasi politik yang positif, pesan kampanye jangan sampai jadi ajang politik adu domba, pelecehan dan saling hantam.

"Apalagi saat gunakan media sosial, ayo gunakan secara bijak," kata Agung Supriyono.

Siti Ghoniyatun Komisioner KPU DIY menyoroti Yogya akan ada banyak mahasiswa dari luar daerah, yang juga punya hak pilih.

"Agar tetap bisa memilih, silakan ambil form A 5, caranya hubungi KPPS daerah asal, atau dengan datangi KPU tujuan dengan bawa KTP elektronik, pengurusan-nya paling lambat tanggal 16 Maret 2019," kata Siti Ghoniyatun (*)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved