Kota Yogya

Pemkot Yogyakarta Perpanjang Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Tak tanggung-tanggung, ia menargetkan bahwa 100 persen warga Kota Yogyakarta harus masuk dalam jaminan kesehatan.

Pemkot Yogyakarta Perpanjang Kerjasama dengan BPJS Kesehatan
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti saat menandatangani naskah kerjasama antara Pemkot Yogyakarta dengan BPJS Kesehatan, Rabu (28/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BPJS Kesehatan menandatangani Naskah Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan BPJS Kesehatan tentang perluasan kepesertaan dalam rangka Universal Health Coverage (UHC), di Ruang Yudhistira, Rabu (28/11/2018).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti menjelaskan bahwa pada November 2018, Pemerintah Kota Yogyakarta menambahkan kepesertaan Penerima Bantuan Iur (PBI) APBD sebanyak 15.400 jiwa.

Ia pun menuturkan bahwa dengan adanya perpanjangan kerjasama ini, maka warga semakin mendapatkan kepastian perlindungan atas hak jaminan kesehatan penduduknya.

Baca: Pemkot Yogyakarta Telah Pikirkan Solusi untuk Becak Motor

"UHC Kota Yogyakarta tercapai karena salah satunya adanya komitmen Pemkot dalam mengintegrasikan jaminan kesehatan daerah ke program JKN-KIS. Ini jadi langkah strategis agar penduduk Kota Yogyakarta tidak lagi kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan," bebernya.

Selain itu, imbuhnya, melalui kerjasama tersebut, Pemkot akan fokus pada segmen peserta lain misalkan kepatuhan badan usaha, pelayanan kesehatan, hingga pembayaran iuran.

"UHC Kota Yogyakarta akan semakin dirasakan manfaatnya bila disertai dengan peningkatan kualitas dan layanan di fasilitas kesehatan setempat," tandasnya.

BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta telah bekerjasama dengan 207 fasilitas kesehatan tingkat pertama, 31 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, 17 apotek, dan 3 optik.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jateng-DIY, Aris Jatmiko menjelaskan bahwa sampai sekarang peserta JKN-KIS seluruh Indonesia telah mencapai 205juta peserta, termasuk Kota Yogyakarta.

Baca: Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Sebut Pajak Rokok Adalah Pajak Dosa

"Kota Yogyakarta merupakan kota ke-136 yang mencapai UHC atau di atas 95 persen di atas standar yang ditetapkan Bappenas," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved