Bantul

Satu Tersangka Penyalahgunaan Psikotropika di Bantul Seorang Residivis

Satu Tersangka Penyalahgunaan Psikotropika di Bantul Seorang Residivis Kasus Narkoba

Satu Tersangka Penyalahgunaan Psikotropika di Bantul Seorang Residivis
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Agus Setyawan, (baju orange tengah) tersangka penyalahgunaan psikptropika yang ditangkap Polres Bantul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Agus Setyawan warga Timbulharjo Sewon Bantul, satu di antara pemuda yang digelandang Polres Bantul karena kasus penyalahgunaan narkotika ternyata seorang residivis.

Pemuda berusia 27 tahun ini pernah terlibat kasus yang sama pada tahun 2007 silam.

"Agus Setyawan ini pernah terlibat kasus yang sama, obat-obatan, pada tahun 2007 lalu. Dia seorang residivis," kata Kasat Resnarkoba polres Bantul AKP Andhyka Donny, di Mapolres Bantul, Jumat (23/11/2018)

Agus ditangkap oleh kepolisian pada Kamis (15/11/2018) sekira pukul 15.15 WIB di Jalan Bibis RT 005 Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Baca: Remaja Putus Sekolah jadi Sasaran Empuk Penyalahgunaan Psikotropika

Penangkapan ini merupakan hasil dari informasi dan penyelidikan pihak kepolisian terkait adanya kecurigaan terhadap Agus yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Benar saja, ketika dilakukan penggeledahan, dari kediaman Agus, polisi berhasil mengamankan satu bungkus paket plastik warna hitam yang dibalut dengan lakban.

Paket tersebut berisi dua kardus bertuliskan Hexymer Trihexyphenidyl. Totalnya mencapai 2000 butir pil.

Bukan hanya itu, polisi juga berhasil menemukan lima tablet pil dalam kemasan hijau silver, bertuliskan Riklona dan satu plastik klip bening berisi 6 butir tablet warna putih berlambang Y.

Baca: Bekuk Dua Pengedar, Polisi Amankan Ribuan Butir Pil Psikotropika

Atas dugaan penyalahgunaan itu, Agus dijerat dengan pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

"Ancaman hukumannya. Pasal 62 psikotropika lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta sementara untuk pasal 196 UU kesehatan pidana 10 tahun dan denda Rp 1 milyar," jelas Andhyka.

Sementara itu, di hadapan awak media, Agus terus saja berkilah. Ia mengaku paket yang berisi ribuan obat-obatan psikptropika yang diamankan polisi merupakan milik dari rekannya di Jakarta.

Baca: Polres Bantul Bekuk Dua Pemuda Karena Edarkan Narkoba

Ia mengaku cuma mendapatkan titipan paket melalui jasa ekspedisi.

"Cuma titipan. Saya cuma dititipkan alamat untuk mengantar barang. Kalau sudah dikasih saya dapat [imbalan] Rp 100 ribu," katanya.

Ia sendiri mengaku tidak tahu menahu jika ternyata isi didalam paket yang diakui dikirim dari temannya itu ternyata obat-obatan. "Saya tahunya makanan ikan," kilah dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved