Bantul

APBD 2019 Defisit 9 Persen, Pemkab Bantul Akan Kurangi Kegiatan Tak Prioritas

Selain mengurangi perjalanan dinas, Pemkab Bantul juga akan melakukan efisiensi belanja listrik dan air.

APBD 2019 Defisit 9 Persen, Pemkab Bantul Akan Kurangi Kegiatan Tak Prioritas
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemkab Bantul akan mengurangi kegiatan yang tidak prioritas di 2019 mendatang.

Hal tersebut terkait dengan defisit anggaran yang mencapai 9 persen dari total belanja di 2019 nanti.

"Yang dirasionalkan adalah kegiatan yang dianggap tidak prioritas, contohnya perjalanan dinas, harus terseleksi dengan baik, yang memang penting sekali ya harus dilakukan," kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada Tribunjogja.com, Kamis (22/11/2018).

"Kalau yang bisa ditunda, tidak ada keterkaitan erat dengan program harus kita tunda," imbuhnya.

Selain mengurangi perjalanan dinas, pihaknya juga akan melakukan efisiensi belanja listrik dan air.

Pada 2019 nanti, menurut Halim, anggaran paling besar yakni di sektor pendidikan dan infrastruktur.

"Masih harus selesaikan program daerah seperti Bantul Smart City, Bantul bersih sampah, itu yang menyedot anggaran cukup besar," ungkapnya.

Baca: 435 ASN Akan Ramaikan MTQ ASN Se-Kabupaten Bantul

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Fenty Yusdayati juga mengatakan hal serupa.

"Karena kebutuhan pembangunan kita besar, sehingga terjadi defisit. Jadi ada ranah yang dikurangi lagi," katanya.

Pihaknya berharap para organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memahami keadaan tersebut.

"Jadi itu harus dipahami semua OPD. Apa yang bisa dikurangi nanti kita lihat dulu. Ada prioritasnya," ujar Fenty.(*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved