Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Ajak Katana Gelorakan Masyarakat Cinta Lingkungan

Respon yang cepat dalam penanggulangan bencana akan mempercepat dan memudahkan penanganan bencana yang terjadi

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Ajak Katana Gelorakan Masyarakat Cinta Lingkungan
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI-Perjuangan Dapil Kota Yogyakarta, Eko Suwanto (tengah), dan KetuaForum Komunikasi Katana Kota Yogyakarta, Ernanto Raharjo (kanan) dalam acara yang disiarkan Tribun Jogja 

TRIBUNJOGJA.COM - Kesadaran dan kesiap-siagaan dalam soal kebencanaan wajib menjadi pedoman seluruh anggota Kelurahan Tangguh Bencana atau Katana.

Respon yang cepat dalam penanggulangan bencana akan mempercepat dan memudahkan penanganan bencana yang terjadi.

"Ada harapan kepada Pemda DIY untuk meningkatkan koordinasi dalam penanggulangan bencana dengan Pemda Kabupaten/Kota dan instansi lain yang terkait serta masyarakat. Dan menghadapi musim hujan ini, kita mengajak Katana dan juga destana untuk ajak masyarakat cinta lingkungan khususnya membuang sampah pada tempatnya agar saat terjadi hujan tidak terjadi banjir atau genangan. Gerakan cinta lingkungan ini akan membuat sungai, selokan, dan gorong gorong menjadi bersih," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY saat berdialog dengan pengurus Katana Kota Yogyakarta, Rabu malam, 21/11/2018.

Di dalam dialog yang diikuti oleh anggota Katana Kota Yogyakarta ini menghadirkan Widi Praptomo, Anggota Komisi A DPRD DIY 2009 - 2014, sosok yang turut membidani terbitnya Peraturan Daerah terkait Penanggulangan Bencana di DIY seiring dengan berlakunya UU Kebencanaan.

Saat dialog banyak disampaikan aspirasi terkait pentingnya keberadaan forum Katana yang ada di Yogyakarta.

Widi Praptomo, menjelaskan latar belakang lahirnya peraturan daerah terkait dengan penanggulangan bencana berawal kondisi riil di lapangan berkait dengan manajemen penanganan bencana.

"Semua pasti ingat, DIY memiliki 12 potensi bencana. Ada ancaman bencana gempa di 2006 yang bisa jadi pengalaman bersama. Butuh koordinasi yang lebih baik lagi," kata Widi Praptomo.

Widi Praptomo menyebutkan ke depan, forum Katana perlu menempatkan diri lebih strategis, sesuai dengan potensi kebencanaan yang ada. Misalnya bagaimana di Gunungkidul dan Kulon Progo yang sering terjadi tanah longsor bisa lebih awal diantisipasi.

Pengalaman berkait penanganan gempa, bencana letusan erupsi Merapi bisa jadi cermin bersama untuk tingkatkan respon penanggulangan bencana

"Ada pemetaan yang harus dipahami bersama oleh masyarakat berkait bencana, respon cepat dibutuhkan bagaimana saat ada bencana di perkotaan, " kata Widi Praptomo.

Secara khusus, Widi Praptomo berpesan bahwa soal kebencanaan sejatinya berkait juga dengan pentingnya kesadaran lingkungan. Ada ancaman bencana yang bisa terjadi jika tidak ada kesadaran menjaga lingkungan di sekitar hidup warga.

"Bencana bisa terjadi dan diantisipasi, pengetahuan serta kesadaran untuk menjaga lingkungan wajib disosialisasikan," kata Widi Praptomo. (*)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved