Yogyakarta

Buku Jenggo, 'Ayam Jago yang Sombong Terbit,' Ajarkan Empati pada Anak

Buku serial anak yang ditulis oleh Sekar Sosronegoro bersama penerbit Buah Hati ini bercerita tentang toleransi dan empati yang relevan

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Launching buku berjudul 'Jenggo, Ayam Jago yang Sombong' (singkatnya Jenggo) ditulis oleh Sekar Sosronegoro bersama penerbit Buah Hati di Yogyakarta ini belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Momen Hari Toleransi Internasional pada 17 November 2018 lalu dijadikan hari yang pas untuk menerbitkan buku berjudul 'Jenggo, Ayam Jago yang Sombong' (singkatnya Jenggo).

Buku serial anak yang ditulis oleh Sekar Sosronegoro bersama penerbit Buah Hati ini bercerita tentang toleransi dan empati yang relevan untuk memberikan pengetahuan bagi anak tentang toleransi dan empati.

Jenggo merupakan buku ketiga sekaligus buku terakhir dari rangkaian Seri Buku Toleransi, seri buku anak yang mengajarkan indahnya keragaman dan pentingnya memiliki empati.

"Empati kami pilih sebagai tema penutup karena tanpa disadari, anak-anak kini terekspos oleh intoleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dari Jenggo, anak dapat belajar salah satu hal penting dalam bertoleransi, yaitu kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan dan dialami oleh orang lain," tutur Sekar disela peluncuran bukunya di Yogyakarta, tepatnya di lantai 2 Togamas Affandi.

Baca: 150 Penggemar Buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Berbaris di Lantai 3 Gramedia Sudirman

Dalam proses pembuatannya, Sekar yang berdomisili di Los Angeles, Amerika Serikat, masih menggandeng Mira Tulaar (Bali) sebagai ilustrator dan Siti Nur Andini (Jakarta) selaku editor.

Buku Jenggo sendiri mengisahkan tentang seekor ayam jago yang merasa terancam dengan kehadiran keluarga kambing di peternakan, sampai akhirnya sebuah kejadian membuatnya sadar akan pentingnya bersikap adil terhadap sesama.

Belajar berempati lewat cerita tentang bullying dan diskriminasi adalah tujuan yang ingin dicapai buku ini.

Peluncuran buku Jenggo disambut baik oleh berbagai tokoh masyarakat, juga penggiat toleransi dan pendidikan.

Produser film Mira Lesmana mengungkapkan bahwa buku ini sangatlah relevan dengan perkembangan zaman.

"Dengan cara yang sederhana, kisah Jenggo jeli memotret realitas keragaman dan konflik yang kerap terjadi dalam masyarakat," katanya.

"Anak perlu belajar untuk saling menghargai dan mengerti bahwa kita semua dapat hidup rukun dan damai dalam keragaman," sambung Rahimah Abdulrahim, Direktur Eksekutif The Habibie Center.

Dukungan senada juga datang dari Najelaa Shihab, Pendidik dan Pendiri Keluarga Kita.

"Saya selalu percaya pada kekuatan literasi sebagai strategi. Karenanya, buku ini bukan hanya untuk dibaca satu kali, tetapi untuk dikembangkan menjadi bagian dari percakapan di ruang keluarga dan kelas," tambahnya.

Baca: Wabup Sleman Ajak Warga Jaga Toleransi dan Sinergitas Antar Lembaga Agama serta Umat

Selain menggandeng komunitas pengasuhan anak sebagai mitra, Seri Buku Toleransi juga bekerja sama dengan organisasi penggiat toleransi dan demokrasi. Keluarga Kita, The Habibie Center, Toleransi ID, Mommies Daily, Mother & Baby Indonesia, Parentalk ID, SmartMama.com dan Rumah Dandelion adalah delapan komunitas dan organisasi yang ikut mempromosikan pendidikan toleransi lewat buku ini.

Dengan diluncurkannya buku Jenggo, Sekar berharap anak-anak dapat belajar berempati sejak dini, sehingga mereka akan mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda—hal yang krusial mengingat kita hidup dalam masyarakat yang beragam.

Jenggo, Ayam Jago yang Sombong dapat dibeli seharga Rp55.000 di store.lenterahati.com, bukukita.com, juga di Togamas Affandi Yogyakarta, sebelum akhirnya masuk ke Gramedia, Gunung Agung, TMbookstore dan Togamas di Pulau Jawa dan Bali.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved