Yogyakarta

Berikan Kenyamanan, Bandara Internasional Adisutjipto Bangun Musala yang Lebih Luas

Mengingat banyaknya penumpang yang lebih dari 23 ribu setiap harinya, musala yang ada di ruang tunggu sangat perlu diperluas.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Peresmian Musala baru di ruang tunggu terminal A bandara internasional Adisutjipto pada Kamis (22/11/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna bandara khususnya dalam hal beribadah, Bandara International Adisutjipto meresmikan Musala baru yang berada di ruang tunggu terminal A Bandara Internasional Adisutjipto pada Kamis (22/11/2018).

Agus Pandu Purnama selaku General Manager Angkasa Pura I mengungkapkan jika selama ini sarana ibadah memang sudah ada, akan tetapi size musala yang ada di ruang tunggu bandara terbatas dengan tempat.

Mengingat banyaknya penumpang, yang lebih dari 23 ribu setiap harinya, musala yang ada di ruang tunggu sangat perlu diperluas.

"Untuk size mushola baru 6 kali lebih luas dari yang sebelumnya. Kebetulan kami membongkar Concordia. Awalnya bagaimana meningkatkan pendapatan dengan membangun tenant lagi saya tolak, saya tidak mau tenant, Saya lebih kita bangun musala yang besar," ungkapnya.

Dia menerangkan jika selama ini yang berada di ruang tunggu bandara bukan hanya penumpang saja, namun juga para pengantar.

Oleh karenanya, perluasan Musala sangatlah diperlukan.

"Di lobi tidak hanya penumpang, pengantar pun banyak. Kalau di Jogja, penumpang satu pengantarnya sepuluh. Makanya kita beri fasilitas supaya saudaranya yang berangkat selamat, saudara yang berangkat juga selamat. Kita bangun musala yang lebih baik, nyaman, wangi itu ada," katanya.

Baca: Ubah Lounge Jadi Musala, Bandara Adisutjipto Berikan Kenyamanan Beribadah

Dia menerangkan nantinya kebersihan Musala setiap harinya akan diawasi.

Seperti halnya mukena yang harus diganti setiap harinya.

Selain itu, agar pengguna lebih nyaman dalam beribadah, musala perempuan dan laki-laki juga dipisah.

"Kalau digunakan bersamaan laki-laki dan perempuan kurang nyaman. Makanya kita pisah. Kita yakin ketika ada ruang ibadah, di ruang itulah orang-orang akan berdoa untuk keselamatan dirinya, keselamatan yang akan terbang, dan lainnya. Mukena setiap hari harus berubah warnanya, agar mudah untuk dikontrol bahwa memang setiap hari mukena diganti," ungkapnya

Thoha Abdurrahman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY yang meresmikan Musala baru ini mengatakan jika dulunya sebelum terbang ke langit ke tujuh, Nabi Muhammad juga berangkat dari masjid.

Baca: AP 1 Fokus Pada Beautifikasi Bandara Adisutjipto Yogyakarta

Oleh karenanya, melalui mushola inilah dia berharap semua aktivitas akan bisa dilancarkan.

"Sebelum terbang ke langit ke tujuh, Nabi juga melalui masjid. Setelah ini diresmikan, kita harap perjalanan penumpang juga diberi keselamatan. Kita harapkan akan bermanfaat bagi semuanya," katanya.

Mengenai arah kiblat, dia menerangkan sudah sesuai dengan departemen agama.

"Arah kiblat mengikuti departemen agama. Ini sudah arah kiblat. Harapan nanti semuanya bisa diberi kelancaran," terangnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved