Kicau Mania

Lovebird Legendaris Kusumo Mati, Begini Penjelasan Pemiliknya

Lovebird Kusumo Mati, Penjelasan Pemilik Lovebird Jawara Kontes Ngekek Lovebird Kusumo Mati

Lovebird Legendaris Kusumo Mati, Begini Penjelasan Pemiliknya
TRIBUNjogja.com | Iwan al Khasni
Lovebird 

Itu yang dilakukan oleh Budi Setiawan (25), Jalan A Yani Kilomter 7, Kompleks Tatahmahligai, RT1 RW 2 Kertakhayar Kabupaten Banjar.

Dari semula ia ternak satu pasang, kini dia sudah punya 36 pasang yang produksi puluhan anak love bird.

"Dulu saya ikut jaga toko, terus saya jalan-jalan ke tempat paman di Km 9, kemudian paman menyuruh saya ternak love bird dan Alhamdulillah memang menjanjikan.

Jika saya jaga toko Rp 1,3 juta. Kini ternak love bird bisa penghasilan Rp 5 juta dalam satu bulannya.

Alhamdulillah, setiap hari ada yang datang beli ambil dua hingga tiga. Bahkan sudah ada yang amprah ketika baru umur anakkan dua bulan, " cerita Budi Setiawan dikutip
Tribunjogja.com dari Banjarmasinpost.

Dia menekuni bisnis ternak burung jenis" love bird" ini baru mulai tahun 2015, hingga kini Alhamdulillah sudah bisa beli motor sendiri.

Ya, bagaimana tidak dibilang menjanjikan, sebab satu indukan love bird bisa telur mulai lima sampai sembilan telur.

Dalam satu bulan indukan bisa menetas sampai dua kali.

Setelah menetas, anakan love bird usia dua bulan sudah dihargai Rp 200.000 untuk jenis love bird yang standar.

"Satu anak burung jika dijual itu Rp 200 kali saja berapa banyak anak. Alhamdulliah ini lancar.

Banyak komunitas burung sampai 100 anggota lebih tersebar di kalimantan ini untuk love bird mengambil dari tempat saya," kata Budi. (*)

Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved