Yogyakarta

Sentra Gakkumdu Hentikan Penyelidikan Dugaan Money Politic Karena Kurang Bukti

Bawaslu Sleman akhirnya menghentikan proses penyelidikan dugaan kasus money politic yang menjerat seorang calon legislatif (caleg).

Sentra Gakkumdu Hentikan Penyelidikan Dugaan Money Politic Karena Kurang Bukti
NET | Google Images
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman akhirnya menghentikan proses penyelidikan dugaan kasus money politic yang menjerat seorang calon legislatif (caleg).

Yani Fathurahaman, caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebelumnya dilaporkan dengan dugaan melakukan politik uang, berupa pemberian tenda.

Namun setelah Bawaslu Sleman melakukan pengkajian, kasus itu dihentikan karena alat bukti yang dianggap kurang kuat.

Ketua Bawaslu Sleman, M Abdul Karim Mustofa menjelaskan proses penyelidikan yang dilakukan oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tidak menemukan unsur tindak pidana pemilu.

Karim menjelaskan, saat melakukan pemeriksaan delapan saksi, sebagian besar keterangan yang diberikan kontraproduktif.

Hanya satu saksi saja yang mengiyakan jika caleg tersebut memberikan barang berupa tenda.

Sementara pihaknya meyakini jika indikasi money politic yang dilakukan oleh caleg tersebut ada.

Selain itu, satu tenda yang disebut-sebut sebagai barang bukti money politic juga ada.

Baca: Bawaslu Kota Yogya Serahkan 695 Rekomendasi ke Satpol PP

Adapun tindak pidana pemilu berbeda dari tindak pidana pada umumnya.

Bila mengacu pada Peraturan Bawaslu RI No 8/2018 tentang Sentra Gakkumdu, Bawaslu punya kewenangan untuk menaikkan kasus tersebut.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved