Travel

Karang Taruna di DIY Digadang Mampu Bangkitkan Potensi Desa Wisata

Karang Taruna di DIY Digadang Mampu Bangkitkan Potensi Desa Wisata Sehingga Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Karang Taruna di DIY Digadang Mampu Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
GKR Hemas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM - Menyandang predikat kota wisata tertinggi kedua setelah Bali, potensi pariwisata di DIY perlu digenjot atau dioptimalkan agar dapat menjadi Pemasukan Asli Daerah yang tinggi.

Demikian disampaikan oleh DPD RI DIY GKR Hemas, pada acara pembukaan Workshop Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat Desa Budaya di Gunungkidul & Kulonprogo, Senin (19/11/2018).

Mengutip dari kajian Bank Indonesia cabang DIY, sektor ekonomi DIY yang kini menjadi parameter adalah Industri Kuliner, Industri Hotel dan restoran, Perdagangan dan infrasruktur serta pertanian.

Baca: Ketua Hildiktipari : Pemerintah Kurang Libatkan Perguruan Tinggi untuk Kembangkan Pariwisata

Hemas mencontohkan berkaca dari kasus obyek wisata “Goa Pindul”. Goa Pindul dahulunya hanyalah sebuah lokasi untuk mandi dan irigasi yang penuh dengan “Mitos” banyak warga yang takut bermain di sana.

“Tetapi dengan bangkitnya kesadaran dari warga masyarakat untuk menggali potensi ekonomi desa, maka munculah gagasan menjadikan Goa Pindul sebagai lokasi destinasi wisata yang kini menjadi sangat terkenal hingga ke mancanegara,” paparnya.

Disampaikan bahwa pengembangan pariwisata di daerah berdampak positif terhadap kehadiran hotel dan restoran.

Potensi wisata pantai yang ada di Gunungkidul, misalnya,  pada akhirnya akan mendatangkan para investor yang membangun hotel maupun pusat kuliner.

Baca: Pemerintah Minta Petani di Gunungkidul Tunda Tanam Padi Karena Hujan Belum Merata

“Sudah menjadi tugas Karang Taruna maupun pengusaha UMKM yang terlibat dalam Desa Budaya untuk mewujudkan potensi-potensi ekonomi desanya menjadi kenyataan,”ujarnya.

Hemas mengaku DPD RI sendiri telah bekerja keras sepanjang periode kedua (2009-2014) untuk merumuskan model desa seperti apa yang akan memberikan kesejahteraan warga masyarakatnya sekaligus para pamongnya.

Maka, muncullah UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, yang kemudian disusul pemberian Dana untuk Desa. Peran DPD RI sangat besar dalam melahirkan UU Desa ini.

Potensi ekonomi desa budaya di Kulonprogo juga akan menghadapi tantangan tersendiri terutama dengan dibangunnya Bandara Internasional, Kulonprogo akan menjadi pusat kedatangan para turis asing.

“Bagaimana Karangtaruna dan pengusaha kecil dapat mengantisipasi kedatangan tamu-tamu asing itu, antara lain adalah dengan membangun potensi ekonomi desa budaya yang selama ini ada di Kulonprogo. Misalnya, memproduksi produk-produk kerajinan tangan dengan inovasi tinggi,” paparnya.(tribunjogja)

Penulis: vim
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved