Liga 2

Seto Minta Penggawa PSS Sleman Perbaiki Konsistensi

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro , tidak ingin anak asuhnya pongah pasca menang 4-0 atas Persita Tangerang pekan lalu.

Seto Minta Penggawa PSS Sleman Perbaiki Konsistensi
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Selebrasi penyerang PSS Sleman, Cristian Gonzales usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM- Konsistensi penampilan, taktik, strategi, serta kebugaran para peserta babak 8 besar Liga 2 2018 benar-benar diuji jelang bergulirnya laga pamungkas atau pekan terakhir.

Dari delapan tim kontestan babak 8 besar, Aceh United menjadi tim pertama yang harus mengubur mimpinya promosi ke kasta tertinggi musim depan lantaran jumlah poin yang dikumpulkan tak mampu lagi mengejar posisi dua besar Grup A.

Sedangkan tujuh tim tersisa masih memiliki kans lolos ke semifinal akan saling terkam di pekan ke-6 guna mengamankan posisi dua besar di masing-masing grup, tak terkecuali bagi PSS Sleman yang posisinya belum sepenuhnya aman di Grup B.

Baca: Pelatih PSIS Semarang Beberkan Kunci Kemenangan atas Persib Bandung

Baca: PSIS Semarang Naik Posisi, Persib Bandung Gagal Pangkas Jarak dari Persija

Baca: Dicukur PSIS Semarang, Peluang Persib Bandung Rengkuh Gelar Juara Makin Menipis

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro , tidak ingin anak asuhnya pongah pasca menang 4-0 atas Persita Tangerang pekan lalu. Seto justru ingin PSS Sleman menjaga konsentrasi dan tampil konsisten jelang laga hidup-mati lawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (21/11/2018) mendatang.

Kendati puas atas hasil pertandingan pekan lalu lawan Persita Tangerang, namun juru racik strategi asal Kalasan tersebut mengaku urung puas dengan permainan Cristian Gonzales dan kawan-kawan.

Seto menilai masih ada sejumlah perbaikan yang menjadi catatannya di pertandingan tersebut.

"Beberapa peluang di awal bisa dimanfaatkan dengan bagus. Dipertandingan sebelumnya kita ada peluang tapi tidak bisa tercipta gol, artinya ini bagus," kata Seto Nurdiantoro.

"Permainan kami di babak kedua mulai kendor. Artinya mungkin kita terforsir di babak pertama, mungkin karena pemain terlalu antusias. Ini yang perlu kami perbaiki. Tentu harapnnya keinginan pemain untuk kembali meraih kemanangan bisa muncul lagi, dan juga bisa bermain lebih lepas meski beban berat ada disana karena," imbuhnya.

Mantan pelatih PSIM Yogyakarta tersebut mengaku tak banyak waktu yang bisa ia manfaatkan untuk melakukan persipan menjamu Laskar Rencong. Terpenting baginya, Super Elang Jawa bisa tampil konsisten sembari memanfaatkan waktu persiapan yang singkat untuk mengembalikan kebugaran fisik anak asuhnya.

"Kita akan coba perbaiki, touch dari kaki ke kaki dan jangan cepat kehilangan bola. Saya selalu ingatkan itu pada anak-anak. Mudah-mudahan ini bisa terbentuk terus sampai apa yang kita impikan, memang dari awal saya tidak ingin main long pass dan cepat kehilangan bola," kata Seto.

Halaman
12
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved